Jogja

6 Pernyataan Sikap UII terhadap Situasi Bangsa, Tuntut RI Kutuk Israel dan AS hingga Evaluasi MBG

Haris Ma'ani | 4 Maret 2026, 08:52 WIB
6 Pernyataan Sikap UII terhadap Situasi Bangsa, Tuntut RI Kutuk Israel dan AS hingga Evaluasi MBG
Potret kampus UII Yogyakarta. (foto: uii.ac.id)

Akurat.co,Jogja-Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengeluarkan pernyataan resmi mereka terhadap situasi berbangsa dan bernegara akhir-akhir ini.

Pernyataan yang disampaikan pada Selasa (3/3/2026) tersebut memuat sikap kritis UII terhadap sejumlah kebijakan yang dijalankan pemerintah Presiden Prabowo.

Pernyataan yang disampaikan langsung Rektor UII, Fathul Wahid mewakili warga UII berisi pesan-pesan penting dan mendalam terkait kebijakan pemerintah yang dinilai tak sesuai.

Baca Juga: Akademisi UII Beri Catatan Akhir Tahun untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran, Apa Saja?

Salah satunya kritik keras terhadap sikap Indonesia atas konflik bersenjata di Iran.

"Kami, warga Universitas Islam Indonesia (UII), menyesalkan sikap Pemerintah Republik Indonesia yang belum menunjukkan ketegasan yang memadai dalam menyikapi serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke Republik Islam Iran," ungkap Fathul dalam pernyataan tersebut.

Sikap Indonesia yang tak tegas mencerminkan lemahnya implementasi prinsip politik luar negeri bebas aktif.

"Pada saat yang sama, kami menyatakan keprihatinan mendalam atas berbagai kebijakan dan langkah politik lain yang berpotensi melemahkan kedaulatan negara," ujarnya lagi.

Disampaikan rektor, sebagai institusi pendidikan tinggi yang menjunjung nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan universal, UII memandang perlu menjalankan tanggung jawab moral dan konstitusionalnya untuk menyampaikan pandangan dan seruan demi tegaknya negara yang beradab dan berperikemanusiaan, terpeliharanya demokrasi yang sehat, serta terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.