Jogja

Kisah Hanif Ubed Pemuda Bandung Berlari 50 Km Bantu Warga Gunungkidul yang Kesulitan Air

Haris Ma'ani | 2 September 2026, 08:33 WIB
Kisah Hanif Ubed Pemuda Bandung Berlari 50 Km Bantu Warga Gunungkidul yang Kesulitan Air
Hanif Ubed berlari 50 km untuk membantu warga Gunungkidul yang kesulitan air bersih. -foto: instagram/hanifubed

Akurat.co,Jogja- Ubaidillah Hanif atau akrab disapa Hanif Ubed adalah warga Bandung, Yogyakarta yang sudah menetap selama lima tahun di Sleman.

Pemuda 25 tahun lulusan UGM ini baru saja melakukan inisiatif kemanusiaan demi membantu warga Gunungkidul yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang saat ini.

Baca Juga: 37 Tangki Air Bersih Diturunkan Atasi Kekeringan di Rongkop Gunungkidul

Ubed rela berlari sejauh 50 km demi mengumpulkan donasi untuk kebutuhan air bersih masyarakat Gunungkidul.

"Perjalanan ini saya dedikasikan untuk mendukung penyediaan air bersih bagi 50 keluarga yang terdampak kekeringan di Gunungkidul," ujar Ubed mengungkapkan misinya.

Dari aksinya ini, seluruh dana yang terkumpul akan sepenuhnya disumbangkan kepada warga Gunungkidul melalui Dompet Dhuafa.

"Melalui Run for Water, saya bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta berikhtiar menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di Gunungkidul," ungkapnya.

Sebagaimana diberitkan krisis air bersih di Kabupaten Gunungkidul semakin meluas seiring puncak musim kemarau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat bantuan air bersih kini telah disalurkan ke 16 kapanewon atau kecamatan.

Hanya wilayah Karangmojo dan Patuk yang belum terdampak kekeringan.

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Salurkan Bantuan Air Bersih ke Gunungkidul

Hingga Selasa (1/9/2026), tercatat sebanyak 91.436 jiwa dari 27.805 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang tersebar di 353 padukuhan pada 70 kalurahan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.