PSIM Sebut Krisis Bek jadi Salah Satu Penyebab Kekalahan 0-3 dari Persebaya

Akurat.co,Jogja-PSIM Jogja kalah 0-3 dari Persebaya pada laga Super League di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Yogyakarta, Minggu (25/1/2026).
Pelatih PSIM, Jean Paul-van Gastel menyebut krisis bek menjadi salah satu penyebab kekalahan telak tersebut.
Tim tamu membuka keunggulan pada menit ke-35 melalui tandukan Paulo Gali Freitas.
Gol ini bertahan hingga turun minum meski PSIM mencoba merespons ketertinggalan dengan berbagai upaya serangan.
Baca Juga: Rusuh 2018 di Bantul, Panpel Larang Bonek Hadir di Laga PSIM vs Persebaya
Babak kedua menjadi petaka bagi PSIM karena gawang Laksar Mataram kembali bobol dua kali. Bruno Pereira mencetak gol pada menit ke-71 disusul aksi Rachmat irianto pada menit ke-84.
Krisis Lini Belakang
Laskar Mataram mengalami krisis bek tengah menjelang akhir pertandingan akibat masalah fisik pemain. Andy Setyo dan Rendra Teddy harus ditarik keluar lapangan karena mengalami kram otot.
Kondisi ini memaksa pelatih memutar otak dengan menempatkan pemain di posisi yang bukan aslinya. Keputusan tersebut diambil karena ketersediaan stok pemain bertahan yang sangat terbatas.
“Kami akhiri laga dengan Rahmatsho dan Rio sebagai bek tengah, tapi itu keputusan yang kami ambil hari ini. Andy Setyo membuktikan bahwasanya ketika tim butuh, dia siap,” jelas Van Gastel.
Andi Setyo mengakui hasil akhir pertandingan ini jauh dari harapan seluruh pemain.
Ia menjadikan kekalahan kali ini sebagai bahan pembelajaran untuk tampil lebih baik pada laga selanjutnya.
“Kalau dari saya tentu ini bukan hasil yang kami harapkan. Ini cukup jadi pembelajaran buat kami untuk lebih baik ke depan,” pungkas Andy.
Kecolongan, PSIM bermain terbuka
Van Gastel menilai anak asuhnya bermain cukup solid pada paruh pertama laga.
Ia menyoroti kesalahan posisi pemain saat gol pembuka Persebaya terjadi.
“Saya rasa di babak pertama kami bermain cukup bagus dan kami tahu bahwa Persebaya hanya menunggu kami melakukan kesalahan. Saya rasa pada gol pertama posisi kami tidak bagus,” ujarnya.
Situasi tertinggal memaksa PSIM bermain lebih terbuka untuk mencari gol penyeimbang di babak kedua.
Baca Juga: Absen Lawan Persebaya, Ini Kata Bek PSIM Franco Ramos
Risiko taktis ini justru dimanfaatkan lawan untuk menambah pundi-pundi gol lewat serangan balik.
“Setelah kami ketinggalan dua gol maka kami memutuskan untuk mengambil risiko untuk bermain lebih terbuka lagi.
Otomatis peluang bagi Persebaya menjadi lebih banyak,” ujar pelatih asal Belanda tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









