Pembangunan Infrastruktur jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi DIY Tertinggi di Jawa

Akurat.co,Jogja-Pembangunan infrastruktur menjadi motor pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tertinggi di Pulau Jawa.
Perekonomian DIY mencatatkan kinerja impresif pada triwulan II-2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, pertumbuhan ekonomi DIY mencapai 5,49 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), tertinggi di antara seluruh provinsi di Pulau Jawa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati, menyampaikan secara triwulanan (q-to-q) ekonomi DIY tumbuh 1,20 persen, dan secara kumulatif semester I-2025 dibandingkan dengan semester I-2024 (c-to-c), tumbuh sebesar 5,30 persen.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi DIY Tertinggi Kedua di Pulau Jawa, Angka Pengangguran Rendah
Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan Pulau Jawa yang berada di kisaran 4,92 persen.
“Pertumbuhan ini ditopang kinerja positif sebagian besar lapangan usaha.
Sektor konstruksi menjadi penopang utama dengan kontribusi 0,91 persen terhadap pertumbuhan tahunan," ungkapnya.
Ia menyampaikan, proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta–Solo dan Yogyakarta–Bawen, serta proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamijoro, mendorong aktivitas konstruksi di wilayah ini.
Dilansir dari laman resmi Pemprov DIY, selain konstruksi, industri pengolahan juga mencatat pertumbuhan signifikan.
Herum menjelaskan, lonjakan permintaan domestik saat libur panjang dan perayaan hari besar seperti Idulfitri dan Iduladha menjadi pemicu utama.
Ekspor produk seperti pakaian jadi, minuman, barang kulit, dan perabot rumah tangga turut mendongkrak output industri ini.
“Sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman juga tumbuh kuat. Lonjakan wisatawan selama liburan, didukung oleh berbagai event seperti ArtJog 2025, Mandiri Jogja Marathon, serta pertunjukan budaya di Sonobudoyo, memberikan kontribusi besar bagi sektor ini,” tambah Herum.
Baca Juga: Berikut Prakiraan Cuaca DIY Tanggal 7, 8 dan 9 Agustus 2025, Waspada Hujan dan Gelombang Tinggi
Namun demikian, tidak semua sektor mengalami pertumbuhan.
Herum mengungkapkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami kontraksi akibat pergeseran musim tanam padi.
Produksi padi turun 36,30 persen dibandingkan triwulan yang sama tahun lalu.
Penurunan juga terjadi pada produksi jagung dan ubi kayu.
Secara nasional, kontribusi PDRB DIY terhadap PDB Indonesia tercatat 0,88 persen. Meskipun relatif kecil, laju pertumbuhan tertinggi di Jawa menunjukkan bahwa DIY mampu menjaga momentum pemulihan serta mengelola pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 7FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 89 Tahun KAMAJAYA Scholarship, Telah Salurkan Lebih dari Rp 5 M untuk Beasiswa Mahasiswa UAJY
- 9Nasib Kapten PSIM Musim Lalu Reva Adi, Jalani Pinjaman ke Klub Kalimantan
- 10Parlemen Pelajar, Sarana Pelajar Kota Jogja Mengenal Lebih Dekat Tugas Parlemen









