Jogja

Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...

Atiek Widyastuti | 17 Agustus 2026, 16:24 WIB
Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
Kroniyah hendak membuat pintu rumah usai direhab IDM. - Akurat.co/Atiek Widyastuti

Akurat.co, Jogja - Tangan Kroniyah terlihat gemetar. Terutama ketika hendak memasukkan kunci untuk membuka pintu.

Berulang kali warga Pedukuhan Grumbul Gede Kalurahan Selomartani Kapanewon Kalasan Sleman tersebut berusaha untuk memasukkan kunci ke engsel pintunya, namun gagal. Saat sudah masuk-pun ia salah memutar kunci. Alhasil pintu tak juga kunjung terbuka dan harus mendapatkan bantuan.

Padahal dia hendak masuk ke rumahnya sendiri. Tapi terlihat grogi. Saat berjalan pun dia beberapa kali harus dipapah untuk kerabatnya.

Berulang kali dia hanya berucap "Terima kasih. Terima kasih. 'Remen' (senang, red)," ujarnya.

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi Juru Foto, InJourney Destination Management Gelar Pelatihan Fotograti

Rumah Kroniyah terpilih untuk mendapatkan bantuan rehab dari InJourney Destination Management (IDM). Tidak besar bantuan yang didapat. Antara Rp 50 juta hingga Rp 60 juta.

"Tentu nominal tersebut tidak cukup untuk merehab rumah. Untuk itu kita bersyukur karena ada partisipasi dari masyarakat untuk gotong royong. Misal di tenaga atau yang lain," kata Direktur Utama (Dirut) IDM Febrina Intan usai peresmian sekaligus penyerahan kunci, Senin (17/08/2026).

Bantuan rehab rumah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 RI dan menjadi rumah ke-56 yang telah dibantu IDM. Ini merupakan wujud komitmen IDM.

"Apapun yang kami lakukan haruslah membawa kebaikan. Terutama adalah kepada masyarakat yang ada di sekitar. Jadi, tidak hanya semata mencari keuntungan, tapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi. Itu yang paling penting," katanya.

Baca Juga: Semarak HUT Ke-81 RI, IDM Siapkan Promo Menarik, Loh!

Di wilayah Grumbulgede Selomartani Kalasan Sleman menurut Intan, sulit untuk mendapati rumah yang masuk kategori tidak layak huni. Karena rata-rata disini sudah memiliki rumah yang cukup layak tinggal.

Namun, setelah berkoordinasi dengan perangkat setempat muncul nama Kroniyah. Dimana rumahnya masih berdinding bambu dan lantainya sebagian masih berupa tanah.

Ini jadi rumah ketiga di tahun 2026 yang dibantu IDM untuk rehab. Biasanya dalam satu tahun bisa 2-3 rumah yang mendapatkan bantuan rehab. "Tentu kita berharap jumlah rumah yang direbah bisa bertambah. Setidaknya lima unit dalam setahun," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.