Jogja

5 Fakta Menarik Upacara Bendera Pemkab Kulon Progo, Digelar di Alun-Alun Wates tanpa Tenda dan Kursi VIP

Haris Ma'ani | 18 Agustus 2026, 07:36 WIB
5 Fakta Menarik Upacara Bendera Pemkab Kulon Progo, Digelar di Alun-Alun Wates tanpa Tenda dan Kursi VIP
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan saat menjadi inspektur upacara HT RI ke-81 di Alun-Alun Wates, Senin (17/8/2026)..-foto: pemkab kulon progo

Akurat.co,Jogja-Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81 Kabupaten Kulon Progo memancing perhatian luas masyarakat.

Cara Pemkab Kulon Progo menyelenggarakan yang membuat upacara bendera ini menjadi pusat perhatian.

Baca Juga: Manfaatkan Galon Bekas sebagai Media Tanam, Ibu di Kulon Progo Ukir Prestasi Tingkat Provinsi

Upacara dilakukan tanpa tenda kehormatan. Baik bupati, ASN, peserta, semua bersatu di bawah sinaran matahari di Alun-Alun Wates, Senin (17/8).

Sejumlah fakta menarik lainnya terungkap dari upacara bendera ini. Apa saja?

1. Tanpa tenda mewah dan kursi VIP

Baru kali ini upacara di level pemkab diselenggarakan dengan cara yang seperti ini.

Kalau biasanya ada tenda kehormatan, kursi VIP, Pemkab Kulon Progo malah tidak menyediakannya untuk upacara tahun ini.

Mengusung konsep "Satu Rasa, Satu Jiwa," semua peserta benar-benar satu rasa dan sejiwa.

2. Alasan di baliknya

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menjelaskan bahwa peniadaan fasilitas eksklusif bagi pejabat daerah sengaja dilakukan untuk meruntuhkan sekat sosial dan membangun empati di antara seluruh elemen masyarakat yang hadir.

"Untuk pelaksanaan di Kulon Progo, kami memakai konsep satu rasa, satu jiwa di mana kami semua berdiri sama tinggi, duduk sama rendah pada seluruh tamu undangan dan juga para peserta upacara," kata Agung.

3. Selama ini pejabat di tenda sejuk, peserta panas-panasan

Agung mengatakan, selama ini kerap terjadi jarak antara pejabat yang berada di tenda sejuk dengan peserta upacara yang berpanas-panasan.

Melalui konsep baru tersebut, kebersamaan batin dapat terbangun secara utuh.

"Motivasinya adalah untuk kita semua merasakan satu hal yang sama, jiwa kita tersambung dalam sebuah kebersamaan, dan tidak ada sekat antara satu peserta dengan seluruh peserta upacara yang lainnya," imbuhnya.

Baca Juga: Ungkapan Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo, Tertarik karena Gratis hingga Dicarikan Kerja

4. Menggugah solidaritas nasional

Rasa solidaritas nasional juga diwujudkan dalam momen hening sejenak di tengah rangkaian upacara.

Dipimpin langsung oleh bupati dengan doa yang dipanjatkan oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Kulon Progo, Wahib Jamil, seluruh hadirin menundukkan kepala untuk mendoakan keselamatan bangsa, secara khusus bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).

5. Bupati, kapolres, dandim, anggota dewan panas bersama

Upacara benar-benar mencerminkan semangat satu rasa dan jiwa.

Di mana, bupati selaku inspektur, bersama Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko panas-panasan bersama dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, sekretaris daerah, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), serta tamu undangan lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.