Jogja

Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune

Tegar Wahyudi | 15 Agustus 2026, 06:12 WIB
Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
Ega Rizky Pramana, salah satu pemain senior PSS di Super League 2026/2027. (foto: instagram/egarizky21)

Akurat.co,Jogja-Usianya akan menginjak 34 tahun pada 23 Agustus besok. Tapi, Ega Rizky, kiper PSS, belum menunjukkan tanda-tanda melemah.

Komitmen tingginya kepada karier, membuat kiper kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, ini mengaku belum kepikiran untuk pensiun.

"Masih ingin berkarier sakmampune," ujarnya saat wawancara khusus dengan Akurat Jogja.

Baca Juga: Kembali ke Super League, PSS Sleman Launching Jersey Baru

Lalu apa saja keinginan, harapan, dan pandangannya tentang karier dan PSS Sleman di musim 2026/2027? Berikut petikan lengkap wawancaranya:

Ega Rizky Pramana. (foto: instagram/egarizky21)

Sebagai salah satu pemain senior di PSS, apa target dan harapan musim ini?

Targetnya bisa memberikan penampilan terbaik disetiap pertandingan. Harapannya, yang terbaik untuk tim ini, semoga bisa memenuhi target manajemen, meraih prestasi.

Perasaan seusai kembali membawa PSS promosi? Apakah sama dengan momen 2018?

Yang pasti sangat senang. Dan, apa, ya, lega. Kemarin sehabis degradasi dan sekarang bisa mengangkat. Lega, karena bisa mengembalikan lagi ke Liga 1 (Super League).

Sebenarnya hampir sama dengan apa yang terjadi di 2018. Hanya saja beda orang. Soalnya yang 2018, yang bareng cuma saya dan Ichsan (Pratama).

Di momen itu 2018 lebih berkesan karena momen pertama kali naik kasta. Dan pertama kali karier saya membawa tim juara Liga 2.

Di tengah persaingan ketat, banyak kiper asing, apa yang membuat Anda bisa terus bertahan sampai sejauh ini?

Yang jelas disiplin, konsisten, itu harga mati sebagai pemain profesional. Sebenarnya banyak yang dikerjakan. Tapi itu saja yang sangat berpengaruh.

Seluruh karier profesional Anda nyaris dihabiskan di PSS, kepikiran pensiun di Sleman?

Belum kepikirian pensiun, masih ingin berkarier sakmampune (semampunya). Dijalani aja, mengalir aja, mau pensiun di mana belum kepikiran. Semoga diberikan kesehatan terus sebagai pemain profesional.

Seandainya juga tak di PSS lagi, saya juga masih ingin melanjutkan karier sebagai kiper profesional.

Baca Juga: Profil Pedro Caracoci, Kiper Anyar PSS dengan Nilai Pasar di Bawah Rp1 M

Apa momen paling menyenangkan dan menyedihkan di PSS?

Momen menyenangkan yakni penentuan pertandingan di 2018 melawan Kalteng Putra di Maguwo. Waktu itu menang dan dapet tiket promosi Liga 1.

Momen menyedihkan, 2024. Tim menang tapi gagal lolos dari zona degradasi. Menang tapi degradasi. Itu menyedihkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.