Jogja

Komisi C DPRD DIY Soroti Jalur Alternatif yang Berlubang

Atiek Widyastuti | 4 Maret 2026, 16:25 WIB
Komisi C DPRD DIY Soroti Jalur Alternatif yang Berlubang
Lubang besar di jalur alternatif DIY - Jateng di Banyurejo Tempel Sleman. (Akurat.co/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Komisi C DPRD DIY mengunjungi jalur alternatif yang menghubungkan DIY - Jawa Tengah. Tepatnya di Jalan Si Peyek Blaburan, Kalurahan Banyurejo Tempel Sleman, Rabu (04/03/2026).

Jalan sepanjang 900 meter tersebut menghubungkan antara DIY dan Jawa Tengah. Tepatnya di Muntilan.

Dari 900 meter panjang jalan, kerusakan parah ada di satu segmen. Atau 90 meter. Dengan kondisi banyak lubang dan genangan.

Kondisi ini jadi perhatikan wakil rakyat yang duduk di Komisi C DPRD DIY.

Baca Juga: 90% Jalan DIY Siap Sambut Pemudik, Meski ada yang Berlubang

Anggota Komisi C DPRD DIY Aslam Ridho mengatakan, DIY memiliki wilayah perbatasan yang strategis. Sayangnya untuk infrastruktur termasuk tidak sebagus wilayah lain.

"Jadi memang daerah perbatasan itu membutuhkan sentuhan khusus. Terutama berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Jika tidak dikelola dengan baik, maka akan berpengaruh ke ekonomi masyarakatnya," katanya.

Aslam mencontohkan jalur Si Peyek Blaburan, Kalurahan Banyurejo Tempel tersebut. Setengah kilometer ke arah utara sudah masuk Jawa Tengah. Dan jalannya bagus.

"Jangan sampai ada ada statement atau pemahaman dari masyarakat, kalau di daerah perbatasan itu tidak terlalu diperhatikan," jelasnya.

Baca Juga: Sleman Petakan 7 Jalur Alternatif untuk Mudik Lebaran 2026

Karena kalau di daerah perbatasan ini sangat rentan. Baik secara sosial maupun secara infrastruktur.

Oleh karena itu, terkait dengan kawasan perbatasan, Pemda DIY harus ada skema khusus. Agar masyarakat yang berada di wilayah perbatasan tidak merasa terpinggirkan, menjadi warga nomor dua di Yogyakarta.

Dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) berencana akan melakukan penanganan di jalan tersebut.

"Kita usahakan sebelum Lebaran ini. Kami berusaha agar air itu tidak terjebak dulu dengan perbaikan bahu jalan. Kemudian setelah itu kami adakan penambalan di sementara ruas ini," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan dari Dinas PUP-ESDM DIY One Hermanto.

Baca Juga: DPUPKP Sleman Mulai Tambal Sulam Jalan Berlubang

Sedangkan untuk rencana jangka panjang, akan akan peningkatan jalan. Tapi kemungkinan besar setelah tol selesai. Karena di jalur tersebut masih dijadikan akses angkutan material untuk pekerjaan jalan tol.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.