Jogja

Pemkot Jogja Hadirkan 'Setu Sinau' di Kawasan Malioboro, Apa Itu?

Haris Ma'ani | 14 April 2026, 10:03 WIB
Pemkot Jogja Hadirkan 'Setu Sinau' di Kawasan Malioboro, Apa Itu?
Aktivitas Setu Sinau yang dirancang Pemkot Jogja. (foto: dok.pemkot jogja)

Akurat.co,Jogja-Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta mengadakan program 'Setu Sinau' di kawasan Malioboro.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyampaikan Setu Sinau menjadi strategi untuk memperkuat nilai tambah Malioboro sebagai destinasi budaya.

“Inilah value added Malioboro, kunjungan yang bukan hanya meninggalkan jejak konsumsi, tetapi juga pengalaman dan kedekatan emosional dengan kebudayaan Yogyakarta,” ujarnya dilansir dari laman resmi pemkot jogja, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga: Penjabat Sekda Kota Jogja: Pembersihan Malioboro bukan Sesaat tapi Berkelanjutan

Menurutnya, ruang publik tidak hanya dimaknai sebagai kawasan ekonomi, tapi juga ruang belajar bersama yang inklusif dan berkelanjutan.

Apa itu Setu Sinau?

Setu Sinau adalah kegiatan rutin yang digelar setiap Sabtu pagi di sisi timur Malioboro, tepatnya di sekitar kawasan DPRD DIY.

Program yang berlangsung pukul 07.00 hingga 09.00 wib ini diluncurkan pada 14 Februari 2026 lalu.

Setu Sinau dirancang sebagai street workshop, yakni kelas budaya singkat yang berlangsung di ruang publik.

Dalam pelaksanaannya, enam kelas digelar secara paralel, meliputi Sinau Aksara Jawa, Sinau Nggamel (gamelan), Sinau Ngadi Busana, Sinau Njoged (tari), Sinau Nggambar (melukis), serta Sinau Dolanan Anak.

Seluruh kelas dipandu oleh pelaku seni dan komunitas budaya Yogyakarta, sehingga menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif dan kontekstual.

Hingga saat ini, kegiatan telah digelar sebanyak empat kali dan dijadwalkan kembali hadir pada 18 April mendatang.

Baca Juga: Pemda DIY Tanggung Biaya Pengobatan Korban Luka Bakar Insiden Teras Malioboro

Secara terpisah Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Ismawati Retno, menuturkan Setu Sinau menjadi upaya mendekatkan pembelajaran budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Aksara Jawa dan berbagai ekspresi budaya lainnya perlu dikenalkan dengan cara yang menarik agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman,” ungkapnya.

Kehadiran Setu Sinau turut menghidupkan Malioboro sebagai ruang edukasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.