Anomali Pariwisata Jogja selama Libur Lebaran 2026, Pengunjung Banyak tapi Tak Berdampak ke Ekonomi

Akurat.co,Jogja-Yogyakarta masih menjadi magnet wisata selama libur lebaran 2026.
Tapi ada semacam anomali dari meningkatnya kunjungan ke Kota Pelajar, yang diprediksi mencapai 1,46 juta wisatawan.
Banyaknya wisatawan diduga tak akan banyak memengaruhi sektor ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Dr.Destha Titi Raharjana, peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM.
Baca Juga: 15 Wisata Pantai Paling Terkenal di Yogyakarta, Ada yang Punya Wajah Baru
Destha tak menampik wisatawan mengalami kenaikan karena infrastruktur jalan yang tersedia.
"Tahun ini ada lonjakan yang diduga akibat akses jalan tol yang semakin mendekati pusat kota, jalur utara via Tempel dan jalur timur via Prambanan,” ucapnya dilansir dari laman resmi UGM, Selasa (24/3/2026).
Wisatawan nyari gratisan
Meski mengalami lonjakan wisata yang cukup tinggi di DIY, Destha menduga tidak akan berdampak pada belanja wisatawan yang tinggi.
Dari sisi perilaku ekonomi, ia bahkan menilai jika para wisatawan akan selektif dalam merogoh kantong.
Melihat situasi saat ini, ia berpandangan wisatawan nampaknya memiliki daya beli rendah.
Baca Juga: 2 Hari, Sebanyak 12.380 Wisatawan Kunjungi Candi Prambanan
Dimungkinkan tidak sedikit dari para wisatawan akan memilih aktivitas wisata yang gratis, seperti memilih ruang publik dan menggunakan akomodasi seperti hotel budget atau homestay, serta melakukan kunjungan one-day trip.
“Intinya, wisatawan tahun ini nampaknya akan lebih selektif dalam berbelanja, meski ada juga beberapa yang tetap royal untuk belanja makan dan minum (kuliner), serta membeli oleh-oleh,” katanya.
Baca Juga: Bikin Nyaman Malioboro, Pemkot Jogja akan Awasi Parkir Nuthuk dan PKL yang Naikkan Harga Tak Wajar
Malioboro masih menjadi daya tarik
Di sisi lain, Destha memastikan beberapa lokasi dengan daya tarik konvensional.
Seperti Malioboro, Titik Nol, Tugu dan sekitarnya, Kraton, dan Tamansari.
Wisatawan juga diprediksi menyambangi beberapa wilayah pantai di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









