Dishub Sleman Periksa Kelaikan Kendaraan Jip Merapi, Ini Hasilnya....

Akurat.co, Jogja - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman melakukan pengamanan lebaran 2026. Dimulai dari pra masa libur lebaran dan saat libur lebaran atau peak season.
Hal yang dilakukan saat pra masa libur lebaran, antara lain survai inventarisasi jalan, survey daerah rawan kecelakaan.
Petugas juga melakukan monitoring di terminal tipe C yang kewenangannya di bawah Pemkab Sleman.
Selain itu juga pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check di perusahaan otobus di Sleman.
Baca Juga: Candi Prambanan Optimis Bisa Datangkan 120 Ribu Wisatawan di Lebaran 2026
"Termasuk di sekolah maupun lokasi wisata. Dalam hal ini jeep wisata Kaliurang. Terakhir optimalisasi pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor sebelum masa libur lebaran 2026," kata Kadishub Sleman Heri Kuntadi, Jumat (13/03/2026).
Khusus ramp check jip wisata Merapi, telah dilakukan selama Januari hingga Maret. Total ada 119 armada yang dilakukan pemeriksaan.
"Dari 119 armada yang kita cek, enam armada dinyatakan tidak lolos uji. Selebihnya 113 lolos uji," tegasnya.
Pengecekan tersebut sebagai tindak lanjut dari momen libur sebelumnya, yakni Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Baca Juga: DPRD DIY Imbau Wisatawan Update Cuaca Sebelum Berwisata di Libur Lebaran
Kala itu ada 1.018 armada yang diikutkan ramp check. Hasilnya ada 21 armada dinyatakan tidak layak beroperasi.
"Bagi wisatawan yang hendak menggunakan jasa jip wisata, dapat melihat apakah armada yang akan mereka naiki itu laik jalan atau tidak dari stiker yang telah ditempel," ungkapnya.
Ada tiga warna sebagai tanda. Hijau berarti layak beroperasi. Kuning perlu perbaikan. Dan stiker merah artinya kendaraan tersebut tidak laik jalan.
Mengenai komponen yang digunakan untuk menyatakan kendaraan tersebut laik jalan atau enggak, antara lain dari bagian kaki-kaki. Apakah masih kuat dan baik atau tidak. Jika tidak kuat, akan rawan terjadi kecelakaan.
"Kaki-kaki jip itu penting. Karena jalur yang melewati adalah jalur off road. Hal yang juga harus diperhatikan adalah rem. Harus benar-benar layak agar tidak blong dan membahayakan pengendara," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 5Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 6Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 7Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 8FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









