Jogja

BPS Kota Jogja Sebut Tahun Ajaran Baru akan Picu Inflasi

Haris Ma'ani | 3 Juni 2026, 12:38 WIB
BPS Kota Jogja Sebut Tahun Ajaran Baru akan Picu Inflasi
Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno. (foto: dok.pemkot jogja)

Akurat.co,Jogja-Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut tahun ajaran baru pada Juli mendatang bakal memicu inflasi.

Alat tulis, buku, perlengkapan sekolah, hingga biaya sekolah menjadi komponen yang akan menyebabkan inflasi.

Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno mengatakan, pihaknya bakal memantau perkembangan harga komoditas yang biasanya meningkat saat tahun ajaran baru.

"Utamanya perlengkapan sekolah dan kebutuhan pendidikan," katanya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.

Inflasi Kota Jogja terkendali

Sementara itu, secara umum BPS mencatat inflasi Kota Yogyakarta pada bulan Mei 2026 masih berada dalam rentang target nasional.

Secara bulanan (month-to-month/mtm) terjadi inflasi sebesar 0,20 persen, sementara inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 2,99 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 1,10 persen.

Joko menjelaskan bahwa kondisi inflasi saat ini masih relatif terkendali karena berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen ± 1 persen atau berada pada rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Menurutnya, penyumbang utama inflasi bulanan pada Mei 2026 berasal dari kelompok transportasi dengan andil sebesar 0,22 persen.

Kenaikan harga pada kelompok ini dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi udara akibat penambahan biaya bahan bakar, kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, solar, serta pelumas atau oli mesin.

"Kalau dari sisi month-to-month, pemicu inflasi lebih banyak berasal dari sektor transportasi.

Ada kenaikan biaya tambahan pada angkutan udara, kemudian harga BBM nonsubsidi dan pelumas yang ikut naik," ujarnya.

Sementara itu, untuk inflasi tahunan sebesar 2,99 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,01 persen.

Komoditas emas perhiasan menjadi faktor utama karena secara tahunan mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.