Jogja

Lemper Frozen dari Bantul, Obat Kangen bagi Perantauan hingga Terjual sampai Australia

Haris Ma'ani | 3 September 2026, 06:40 WIB
Lemper Frozen dari Bantul, Obat Kangen bagi Perantauan hingga Terjual sampai Australia
Lemper frozen dari Bantul, kini bisa dijadikan oleh-oleh. -foto: dok,pemkab bantul

Akurat.co,Jogja-Isnaini, warga Mayungan, Murtigading, Sanden, Bantul, tak menyangka kalau usaha lempernya bisa berkembang dan dijadikan oleh-oleh khas.

Ia sudah menggeluti usaha lemper sejak 1998. Lemper biasa. Untuk camilan atau kebutuhan kudapan acara-acara.

Tiba-tiba secara tak sengaja, keponakannya di Jakarta ingin lemper tersebut bisa dinikmatinya di perantauan sana.

Baca Juga: Alasan Kenapa Kuliner Khas Jogja Ini Dinamakan Serabi Kocor

Inovasi pun dilakukan. Ia kemudian mengembangkan produknya agar dapat bertahan lebih lama sebagai oleh-oleh.

Lalu terciptalah lemper frozen yang dibuat seperti lemper pada umumnya.

Setelah dibungkus daun, lemper dimasukkan ke dalam kulkas selama sekitar dua jam sebelum dibekukan agar tetap rapi saat divakum.

“Lemper ini tidak pakai bahan pengawet. Kalau tetap disimpan di freezer bisa tahan sampai tiga bulan,” ujar Isnaini.

Untuk mengonsumsinya, lemper frozen cukup dikeluarkan dari freezer dan dibiarkan pada suhu ruang sekitar 30 menit, kemudian dikukus.

Satu pack lemper frozen berisi 10 biji dan dibanderol dengan harga Rp30.000 untuk varian ayam, sedangkan varian daging sapi dibanderol Rp40.000. Varian ayam menjadi yang paling banyak diminati.

Isnaeni mengolah lemper di dapur kerjanya. -foto: dok.pemkab bantul

Hanifah, salah satu pelanggan lemper frozen asal Kalimundu, mengaku sudah cukup lama menjadi pelanggan dan rutin membeli lemper buatannya.

Jika sebelumnya ia harus datang hampir setiap hari untuk membeli lemper, kini kehadiran produk lemper frozen membuatnya lebih praktis karena dapat menyimpan stok di rumah dan mengolahnya kapan saja dibutuhkan.

“Dulu saya hampir setiap hari beli lemper karena memang suka dan sering untuk camilan di rumah.

Sekarang dengan adanya lemper frozen, saya bisa beli beberapa sekaligus dan menyimpannya di rumah. Jadi lebih praktis dan tidak harus setiap hari datang,” ujar Hanifah.

Menurutnya, lemper frozen juga menjadi solusi ketika ada kebutuhan mendadak, terutama saat kedatangan tamu.

Ia cukup mengambil lemper dari freezer kemudian mengolahnya, sehingga tidak perlu repot mencari makanan atau membeli dalam waktu singkat.

“Kalau tiba-tiba ada tamu, saya tidak perlu bingung lagi menyiapkan makanan. Tinggal ambil dari freezer, kemudian dimasak, sudah bisa disajikan. Rasanya juga tetap enak,” katanya.

Tak hanya untuk konsumsi pribadi, Hanifah melihat produk lemper frozen tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha.

Ia pun turut menjadi reseller dengan menawarkan produk tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.

Menurutnya, kemudahan penyimpanan, kepraktisan penyajian, serta cita rasa yang tetap terjaga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Dalam sehari, Isnaini dapat memproduksi sekitar 500 lemper sesuai pesanan, dengan kebutuhan 10 sampai 12 kilogram ketan.

Baca Juga: Warung Makan Mamiku, Hidden Gem Kuliner yang Jam Buka Tutupnya Harus Update IG Mereka

Pemasaran masih dilakukan dari mulut ke mulut, terutama kepada masyarakat sekitar Sanden dan Bantul.

Kini lemper frozen buatannya telah dibawa hingga Kalimantan, Jambi, bahkan dalam beberapa bulan terakhir sampai ke Australia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.