Jogja

Serunya Keliling Pabrik Gula Madukismo dengan Kereta Tua dari Jerman Timur

Haris Ma'ani | 14 September 2026, 11:01 WIB
Serunya Keliling Pabrik Gula Madukismo dengan Kereta Tua dari Jerman Timur
Lori tua di Pabrik Gula Madukismo untuk mengangkut penumpang yang ingin keliling wisata. -foto: pemkab bantul

Akurat.co,Jogja- Tawaran wisata menarik diberikan PT Madubaru atau PG-PS Madukismo, Bantul, Yogyakarta.

Saat musim giling tiba pada April-Oktober, PT Madubaru menawarkan sensasi berkelililing pabrik legendaris tersebut menggunakan kereta tua.

Pengunjung akan diajak menaiki kereta diesel buatan Jerman Timur yang sudah berusia 71 tahun.

Kereta lori tua tersebut hingga saat ini masih digunakan, baik sebagai pengangkut tebu maupun mengantar wisatawan berkeliling pabrik gula.

Baca Juga: Berapa Tiket Resmi Wisata Paralayang Girisembung Kulon Progo?

Keseruan agrowisata ini dimulai sejak wisatawan merasakan sensasi unik menaiki kereta lori yang bergerak dengan kecepatan 10-15 km/jam.

Dengan kecepatan tersebut, wisatawan bisa dengan seksama melihat truk-truk berjajar di bawah pohon trembesi yang ada di luar pabrik.

Truk-truk tersebut membawa berton-ton tebu yang berasal dari DIY dan Jawa Tengah, untuk kemudian dilangsir ke dalam pabrik.

Usai menaiki kereta lori yang sanggup membawa 15 gerbong, wisatawan berhenti di tempat penggilingan tebu yang terletak di sisi timur pabrik.

Pada proses ini, wisatawan bisa menyaksikan langsung bagaimana alat-alat mega besar mencacah tebu untuk memisahkan bagian yang padat dan cair.

Koordinator Pengembangan Aset PT Madubaru, Mahmud Safrudin mengatakan alat-alat yang ada di pabrik gula itu sudah berumur.

"Dibuat oleh Jerman Timur. Negaranya sudah tidak ada, tapi mesinnya masih bertahan di sini,” ujarnya.

Selama musim giling, PT Madubaru dapat menggiling 3.500 ton tebu per hari. Produk yang dihasilkan adalah gula dan spiritus.

Dalam sehari, rata-rata PT Madubaru menghasilkan 250 ton gula pasir.

Mahmud menyampaikan, proses terakhir akan dihasilkan molase, atau biasa dikenal tetes tebu.

Di tempat lain, molase dijadikan bahan baku MSG. Tapi kalau di PT Madubaru, tetes tebu diolah menjadi alkohol dengan kadar 95 persen.

"Tidak dijual bebas, ya. Ini hanya untuk kebutuhan kosmetik dan farmasi,” papar Mahmud.

Menurut Mahmud, agrowisata kereta tua Madukismo beroperasi empat kali sehari mulai pukul 07.00 dan terakhir pada pukul 14.00.

Tiket kereta dipatok Rp13.000 per orang dengan minimal 30 peserta.

Baca Juga: Menikmati Serunya Wisata Paddle Board di Sungai Opak

Baca Juga: Menikmati Serunya Wisata Paddle Board di Sungai Opak

Apabila kurang dari 30 orang, bisa mengambil paket khusus sebesar Rp450.000.

Untuk pemesanan dan info lebih lanjut, pengunjung bisa menghubungi melalui akun Instagram PT Madubaru di @madubaru_official.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.