Jogja

Pemkab Gunungkidul Bakal Kirim Tenaga Kerja Musiman ke Korsel, Gaji 240 Juta

Haris Ma'ani | 3 September 2026, 06:09 WIB
Pemkab Gunungkidul Bakal Kirim Tenaga Kerja Musiman ke Korsel, Gaji 240 Juta
Momen pertemuan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti dengan perwakilan Korsel membahas rencana pengiriman tenaga kerja musiman, Minggu (30/8)-foto: dok.pemkab gunungkidul

Akurat.co,Jogja-Pemkab Gunungkidul merancang kerja sama internasional mengentaskan kemiskinan ekstrem dengan pengiriman tenaga kerja musiman ke Korea Selatan (Korsel).

Rencana ini terungkap seusai pertemuan antara Bupati Endah Subekti Kuntariningsih dengan perwakilan asosiasi kerja sama dari Korea, Han Sang-jae dan Bang Hyun-ig.

Pertemuan di rumah dinas Bupati di Wonosari pada Minggu (30/8) juga dihadiri Prof. Dr. Bambang Waluyo Hadi Eko Prastono dari Universitas Diponegoro.

Baca Juga: Kisah Hanif Ubed Pemuda Bandung Berlari 50 Km Bantu Warga Gunungkidul yang Kesulitan Air

Dalam pertemuan terungkap bahwa Korsel membutuhkan ribuan tenaga kerja musiman.

Kerja sama ini difokuskan pada pengiriman tenaga kerja musiman di sektor pertanian dan perikanan (aquaculture) guna memberikan peluang bagi lulusan SMA/SMK serta petani milenial di wilayah tersebut.

Kontrak kerja selama 8 bulan, gaji Rp240 juta

Program ini menawarkan kontrak kerja selama 8 bulan dengan skema seasonal worker.

“Kerja sama ini akan dijalankan melalui skema Government-to-Government (G2G) atau bupati-to-bupati untuk memastikan legalitas dan keamanan pekerja.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk menempuh jalur yang transparan dan aman," ujar Han dikutip dari laman resmi Pemkab Gunungkidul, Kamis (3/9).

Estimasi gaji yang ditawarkan sangat menggiurkan.

Han mengungkapkan yakni sekitar Rp30 juta per bulan, sehingga dalam satu musim (8 bulan), seorang pekerja berpotensi membawa pulang penghasilan bruto sekitar Rp240 juta.

"Kuota awal yang direncanakan untuk Kabupaten Gunungkidul adalah sebanyak 100 orang, yang terbagi masing-masing 50 orang untuk sektor pertanian dan 50 orang untuk sektor perikanan," terang," Han.

Bupati Endah menekankan bahwa program ini merupakan solusi strategis bagi tingginya angka lulusan SMA/SMK di Gunungkidul yang tidak melanjutkan kuliah.

Tercatat ada sekitar 8.700 lulusan tahun ini, di mana 92 persen lulusan SMK dan 44 persen lulusan SMA tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Langkah ini juga menjadi salah satu upaya untuk mencegah generasi muda terjerat masalah sosial seperti judi online dan ketergantungan pada bantuan sosial," ungkap Bupati Endah.

Beberapa poin teknis yang disiapkan antara lain Pelatihan Bahasa dan Budaya, Bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) untuk memberikan pelatihan bahasa Korea dan penguatan etos kerja sebelum keberangkatan.

Bupati Gunungkidul menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar pengiriman tenaga kerja, melainkan bentuk investasi Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca Juga: Tunggu Peresmian, Proyek Jalur Kelok 18 Bikin Akses Pariwisata Gunungkidul Makin Lancar

Rencananya, proses seleksi dan administrasi akan segera dilakukan dengan target keberangkatan pada bulan Maret atau April mendatang, menyesuaikan dengan musim tanam di Korsel.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.