Jogja

Menengok Tradisi Padusan di Pantai Sundak, Ritual Penyucian Lahir dan Batin Sambut Bulan Ramadhan

Haris Ma'ani | 19 Februari 2026, 09:05 WIB
Menengok Tradisi Padusan di Pantai Sundak, Ritual Penyucian Lahir dan Batin Sambut Bulan Ramadhan

Akurat.co,Jogja-Tradisi padusan atau mandi biasa dilakukan masyarakat, khususnya Jawa menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Hal serupa dilakukan masyarakat Gunungkidul. Tapi, mereka tidak melakukannya di kali atau sungai, melainkan di Pantai Sundak.

Acara yang digelar bertepatan dengan libur Imlek ini pun semakin menarik perhatian.

Baca Juga: Kampung Ramadhan Jogokariyan ke-22 Resmi Dibuka, 400 Pedagang Manjakan Masyarakat selama Bulan Puasa

Ritual kenduri yang mengandung makna

Dalam acara juga dilakukan ritual kenduri. Ritual dipimpin pemuka adat, Marno.

Dalam ritual ini berbagai uba rampe atau perlengkapan sesaji dipersiapkan. Semuanya memiliki nilai filosofis mendalam.

Seperti, jenang baro-baro sebagai simbol penghormatan kepada saudara spiritual yang lahir bersamaan dengan manusia.

Kemudian tumpeng punjung serakit ditujukan untuk mengirim doa kepada arwah leluhur agar mendapatkan tempat terbaik di alam sana.

Lalu tumpeng sewu sebagai permohonan izin dan keselamatan kepada penguasa laut selatan (Nyai Kidul/Nyai Rabun) agar upacara berjalan lancar tanpa hambatan.

Ada juga sekul cuci ulam sari, menjadi bentuk penghormatan kepada Kanjeng Rasul beserta keluarganya.

Bupati Gunungkidul terlibat dalam ritual

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang turut dalam acara menekankan bahwa tradisi ini adalah sarana "sesuci" atau pembersihan diri dari hadas besar maupun kecil, serta upaya "memasuh budi" agar hati menjadi tulus sebelum memasuki ibadah puasa.

"Air suci diibaratkan sebagai alat untuk melunturkan sukerta (kekotoran) yang melekat pada raga dan jiwa, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki," ungkap bupati.

Baca Juga: Satpol PP Sleman Sebut 2 Waktu Krusial saat Ramadhan Jadi Pemicu Kebakaran

Harapannya, dengan hati yang bersih, umat Muslim dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan penuh rahmat dan ampunan.

Selain aspek spiritual, tradisi ini membawa dampak nyata bagi ekonomi lokal.

Dengan ribuan orang yang memadati Pantai Sundak dan sekitarnya, pendapatan asli daerah (PAD) meningkat, dan para pelaku UMKM serta pedagang di pesisir pantai merasakan langsung perputaran roda ekonomi.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H