Jogja

Sempat Disorot, Desain Regol Ayom Malioboro Bakal Lebih Ramah Disabilitas

Haris Ma'ani | 10 September 2026, 08:12 WIB
Sempat Disorot, Desain Regol Ayom Malioboro Bakal Lebih Ramah Disabilitas
Momen lansia dengan kursi roda kesusahan melewati regol ayom yang dipasang di sirip kawasan Malioboro. Desain regol ayom ini mendapatkan sorotan publik. -foto: instagram/jogjainfo

Akurat.co,Jogja-Keberadaan Regol Ayom di sejumlah sirip menuju kawasan Malioboro mendapatkan sorotan.

Dalam beberapa tayangan video media sosial, regol ayom tersebut membuat kesusahan penyandang disabilitas.

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY pun mencoba mencarikan solusi atas masalah tersebut.

Baca Juga: Di Balik Parade 1.000 Meter Merah Putih di Malioboro, Ada Pesan Kaum Disabilitas

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam evaluasi adalah desain Regol Ayom.

Pihaknya akan melihat kembali desain tersebut agar semakin ramah bagi seluruh pengguna kawasan, termasuk penyandang disabilitas.

"Memang kita akan evaluasi desain Regol ini agar lebih ramah dengan disabilitas," kata Ni Made.

Penyesuaian desain maupun pola pengoperasian Regol Ayom kini menjadi bagian evaluasi Pemda DIY agar fungsi pembatas kendaraan bermotor tetap berjalan tanpa menghambat pejalan kaki, termasuk pengguna kursi roda.

Pemda dan Pemkot pun sudah menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk mengevaluasi penerapan Regol Ayom yang terpasang di kawasan sirip-sirip Jalan Malioboro.

Rakor tersebut digelar di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (9/9/2026).

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengatakan pertemuan dengan Pemda DIY secara khusus membahas pelaksanaan Regol Ayom, mulai dari respons masyarakat hingga evaluasi terhadap desain bangunan yang digunakan sebagai pembatas akses.

Menurut Wawan, penutupan akses menggunakan Regol Ayom saat ini telah dilakukan sebanyak empat kali sebagai bagian dari tahap uji coba.

Penutupan dilaksanakan setiap hari Rabu dan Kamis, mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Selama empat kali pelaksanaan uji coba tersebut, Wawan menyebut kondisi di kawasan sirip-sirip Jalan Malioboro masih berjalan cukup kondusif.

"Sudah empat kali kita melakukan uji coba penutupan, setiap Rabu dan Kamis, dari pukul sembilan pagi sampai sepuluh malam. Selama empat kali uji coba ini masih cukup kondusif," katanya.

Baca Juga: Peternak di DIY Bagikan 1.600 Ekor Ayam Gratis di Malioboro, Kenapa?

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan penerapan Regol Ayom tidak hanya mampu membatasi kendaraan bermotor, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat yang berjalan kaki.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.