2.000 Siswa Magang dan Pekerja Luar Negeri Akan Dilepas di UNY 29 Oktober

Akurat.co,Jogja-Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kemendikdasmen RI, Arie Wibowo Khurniawan menjelaskan terdapat sekitar 2.000 siswa magang dan pekerja luar negeri yang akan dilepas tahun ini.
Pelepasan ini rencananya akan digelar pada 29 Oktober 2026 di UNY.
Mereka diberangkatkan ke beberapa negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman. Lalu ada yang Eropa Timur, juga Timur Tengah.
“Program magang seperti ini biasanya dibentuk oleh sekolah. Dan kami memang mendorong sekolah untuk membuat program-program semacam ini.
Baca Juga: Keren, Inovasi Kuliner Siswa SMKN 1 Saptosari Gunungkidul Tembus Final Lomba Nasional
Kami memberikan bantuan berupa subsidi uang dan tes kesehatan. Pihak sekolah yang melakukan persiapan mulai dari pembekalan skill anak, kursus bahasa dan pengenalan budaya,” ungkapnya seusai bertemu Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, Senin (5/10).
Arie mengatakan, pihaknya juga turut memastikan keberlangsungan program magang dan kerja di luar negeri ini.
"Dan para siswa yang melakukan magang, didorong untuk tetap bisa kuliah sambil bekerja, demi masa depan mereka," katanya.
Sementara itu, dalam kesempatan sama, Paku Alam X mengharapkan adanya pendampingan kepada para siswa SMK yang magang ataupun lulusan SMK yang bekerja di luar negeri.
Pendampingan ini pun harus dilakukan penuh, sejak awal hingga akhir masa magang/kerja.
“Pendampingan ini sebagai bentuk tanggung jawab kita juga terhadap mereka," ujarnya.
Sri Paduka berujar siswa tidak hanya mendapat pekerjaan saja, tapi bagaimana jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja mereka selama di sana.
"Mereka ini juga anak-anak kita,” ungkapnya.
Sri Paduka mengatakan, selain verifikasi dan validasi tenaga kerja, filterisasi pekerjaan juga bisa dilakukan. Hal ini agar keselamatan para pekerja muda di negara tujuan juga lebih terjamin.
Dan tidak hanya bekal skill dan bahasa, para pekerja maupun calon magang juga bisa diberikan edukasi singkat mengenai pentingnya legalitas.
Baca Juga: Cerita Siswa SMK N 1 Pandak Budidaya Melon Premium, Patahkan Stigma Gen Z Malu jadi Petani
“Karena itu, kami mohon bantuannya, karena apapun yang terjadi, mereka anak kami. Mereka memang membutuhkan pekerjaan, tapi pekerjaan bukan segalanya.
Kami sendiri selalu berupaya untuk berhati-hati pada setiap program pengiriman tenaga kerja ke luar negeri seperti ini,” tutur Sri Paduka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam





