Dihadapan Delegasi 15 Negara Peserta COMICOS 2026, Rektor UAJY Gelorakan Semangat Pancasila

Akurat.co, Jogja - Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) G Sri Nurhartanto menggelorakan arti penting Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika dihadapan perwakilan Conference on Media, Communications and Sociology (COMICOS) 2026.
Kegiatan yang diikuti 24 perwakilan universitas dari 15 negara ini berlangsung selama dua hari di Sahid Raya Hotel and Convention Yogyakarta, Senin - Selasa (09/02/2026-10/02/2026).
Kegiatan ini hasil kolaborasi UAJY dengan Asia-Pacific Public Relations Research and Education Network (APPRREN) 10th Conference.
Menghadirkan ruang diskusi berskala internasional, kegiatan diikuti puluhan peserta dari 15 negara. Dari luar negeri terdapat 24 universitas dan 51 kampus dari dalam negeri.
Baca Juga: Tak Larang Study Tour, Bupati Bantul: Punya Nilai Edukatif dan Penting untuk Siswa
"Ini namanya gong. Alat musik tradisional Indonesia. Saya akan memukulnya lima kali. Sesuai dengan sila Pancasila," kata rektor saat membuka acara.
Rektor memiliki alasan tersendiri. Selaku rektor, ia merasa memiliki tugas untuk menyebarluaskan arti penting NKRI yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Karena ia mengaku cemas karena ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang terus mencoba merusak itu.
"Dan tadi Romo Magnis juga sama. Menekankan tentang arti penting Pancasila. Dan harus terus didorong, disosialisasikan sebagai way of life bangsa kita," jelasnya.
Baca Juga: UAJY Gandeng Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk Sosialisasikan Izin Mahasiswa Asing
COMICOS 2026 digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAJY. Tidak hanya dari dalam negeri, konferensi akademik ini juga diikuti 51 kampus dari dalam negeri.
Tema yang diambil tahun ini adalah Enhancing Social Cohesion in Networked Societies Through Communication, Media, Public Relations, and Sociology Perspectives'. Konferensi ini dilandasi dengan misi mempererat kohesi sosial di era masyarakat jaringan.
Seperti yang disampaikan salah satu pembicara tadi yang menjelaskan bagaimana kondisi di Indonesia saat ini yang cenderung terjadi perpecahan.
"Dalam pertemuan ini, bagaimana kita bersinergi antara akademisi dan praktisi untuk mencoba mencari solusi," kata Dhyah Ayu Retno selaku ketua umum penyelenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









