Jogja

Pakar UMY: Pembangunan PLTS 100 GW Prabowo Dinilai Ambisius, RI Cuma jadi Komoditas China

Haris Ma'ani | 6 April 2026, 11:01 WIB
Pakar UMY: Pembangunan PLTS 100 GW Prabowo Dinilai Ambisius, RI Cuma jadi Komoditas China
Potret ilustrasi PLTS. (foto: freepik/oleksandrryzhkov)

Akurat.co,Jogja-Pemerintah Presiden Prabowo berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW).

Menurut pakar dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) rencana itu dinilai ambisius.

Belum lagi adanya potensi hanya sekadar menjadi pasar komodistas teknologi surya dari China atau Tiongkok.

Baca Juga: Pakar UMY Ungkap Dampak Eonomi dari Konflik AS dan Iran bagi Indonesia, Apa Saja?

Pakar ekonomi energi UMY, Dr. Dessy Rachmawatie, M.Si menjelaskan, secara akademik dan empirik, target 100 GW PLTS dalam tiga tahun bisa dibilang sangat ambisius dan cenderung tidak realistis dalam kondisi saat ini.

Pakar ekonomi energi UMY, Dr. Dessy Rachmawatie, M.Si (foto: dok.UNY)

"Ini bukan sekadar percepatan, melainkan lompatan ekstrem dalam sejarah pembangunan energi di Indonesia,” ujarnya dikutip dari laman resmi UMY, Senin (6/4/2026).

Saat ini, kapasitas PLTS Indonesia baru berada di kisaran 1 GW secara kumulatif.

Artinya, untuk mencapai target tersebut, Indonesia perlu menambah sekitar 33 GW per tahun atau hampir 3 GW setiap bulan selama tiga tahun.

Baca Juga: Pakar UMY Ungkap Agenda Global di Balik Perang AS dan Iran, Apa Itu?

Sebagai perbandingan, negara berkembang di Asia rata-rata hanya mampu menambah 5 hingga 10 GW per tahun.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.