Di Hadapan Maba, Dosen ISI Jogja Beri Pesan Penting Pemanfaatan AI

Akurat.co,Jogja-Di hadapan mahasiswa baru (maba), dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memberikan pesan penting terkait pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI.
Pesan tersebut disampaikan Dr. Deddy Setyawan melalui Kuliah Perdana Mahasiswa Baru 2026 bertema “Berkarya dengan Integritas di Era AI”.
Dosen Program Studi Produksi Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam, ISI Yogyakarta tersebut mengajak mahasiswa memahami peluang sekaligus risiko penggunaan kecerdasan artifisial dalam proses kreatif.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Fanny Soegi jadi Maba ISI Yogyakarta, Sudah Umur 27 Tahun dan Pernah Kuliah di Undip
Dalam kuliah perdana, Deddy memperkenalkan semangat “Ojo Urik” atau “Jangan Curang” sebagai prinsip sederhana namun mendasar dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Mahasiswa diajak menjaga tiga prinsip kreator bermartabat, yakni jujur, menghargai sumber, dan bertanggung jawab penuh terhadap karya.
Penggunaan AI dalam proses penciptaan diarahkan melalui tahapan ideasi, proses hibrida antara teknologi dan intervensi manusia, hingga finalisasi yang tetap menempatkan manusia sebagai penentu kualitas dan integritas karya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi di lingkungan pendidikan seni perlu berjalan beriringan dengan orisinalitas, etika, tanggung jawab sosial, serta penghargaan terhadap proses penciptaan.
“AI adalah alat untuk meningkatkan kreativitas, bukan pengganti jiwa dan integritas manusia,” ungkapnya dikutip dari laman resmi ISI Jogja, Kamis (27/8).
Komitmen terhadap integritas juga dituangkan dalam Janji Mahasiswa ISI Yogyakarta.
Mahasiswa baru berjanji menjunjung nilai dasar negara dan nilai ilmiah, menjaga nama baik institusi, mengembangkan kebebasan akademik serta karya seni yang selaras antara estetika dan etika, membangun kejujuran dan etos kerja, mengembangkan kreativitas secara mandiri maupun kolaboratif, serta peduli terhadap kebutuhan masyarakat.
Mahasiswa juga berkomitmen melestarikan nilai budaya nasional sebagai dasar pengembangan kepribadian berkesenian untuk kebutuhan nasional dan internasional.
Komitmen tersebut menjadi fondasi penting bagi proses pendidikan seni yang tidak berhenti pada penciptaan karya, tetapi juga diarahkan kepada tanggung jawab sosial dan kebudayaan.
Baca Juga: Peluncuran Tim PSIM Dilakukan di Stadion Sultan Agung Bantul
Tahun ini, ISI Yogyakarta menerima 1.967 maba tahun akademik 2026/2027.
Para mahasiswa baru tersebut berhasil memperoleh tempat di ISI Yogyakarta setelah berkompetisi dengan 12.737 calon maba lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam





