Jogja

Penelitian UGM Ungkap Makanan Favorit jadi Self Reward Gen Z

Haris Ma'ani | 9 September 2026, 16:45 WIB
Penelitian UGM Ungkap Makanan Favorit jadi Self Reward Gen Z
Penelitian mahasiswa UGM mengungkap makananan favorit menjadi self reward gen Z. -foto: magnific/jcomp

Akurat.co,Jogja-Tim peneliti dari mahasiswa UGM mengungkap kenapa saat ini banyak kafe-kafe ramai dipenuhi generasi Z.

Fenomena ini hampir terjadi di sejumlah kota. Terutama kota-kota di mana banyak kampus.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) UGM akhirnya bisa mengungkap alasannya.

Tim PKM-RSH UGM yang terdiri atas Rodiyyah Nurul Adawiyyah, Anggita Rasya Ananta, Ardhia Revalina Asyifa, Kadja Elyoenai Kale Lado, dan Zahrotuz Zakiyah meneliti fenomena tersebut melalui konsep intertemporal choice.

Baca Juga: Baru Dibuka, Kafe di UGM Ini Jadi Spot Baru Nugas dan WFC

Tim mahasiswa UGM melakukan penelitian hubungan literasi keuangan, pembelian impulsif, dan kecenderungan self-reward pada Generasi Z.

Riset ini melibatkan 384 responden Generasi Z menemukan makanan menjadi bentuk self-reward yang paling banyak dipilih.

Sebanyak 42 persen responden menggunakan makanan sebagai bentuk penghargaan kepada diri sendiri, disusul pembelian barang sebesar 33,5 persen dan bentuk self-reward yang tidak melibatkan pembelian barang sebesar 24,5 persen.

Anggota tim, Anggita Rasya Ananta, mengatakan penelitian ini berangkat dari kebiasaan yang tampak sederhana, tetapi dapat memperlihatkan bagaimana seseorang mengambil keputusan konsumsi.

“Kami tertarik melihat self-reward sebagai bagian dari keseharian Gen Z dan memahami bagaimana keputusan untuk memberi penghargaan kepada diri sendiri berkaitan dengan kondisi keuangan serta pilihan konsumsi,” ujarnya dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (9/9).

Kemudahan bertransaksi secara digital turut menciptakan lingkungan yang mendukung keputusan pembelian secara cepat.

Rekomendasi produk, tren, promosi, dan berbagai bentuk konten komersial dapat muncul berulang kali melalui media sosial maupun platform digital.

Dalam kondisi tersebut, keinginan membeli sesuatu sebagai bentuk penghargaan diri dapat semakin mudah diwujudkan menjadi transaksi.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan belum tentu membuat seseorang terbebas dari pembelian impulsif.

Seseorang dapat memahami pentingnya menyusun anggaran, menabung, serta membedakan kebutuhan dan keinginan, tetapi keputusan konsumsi tetap dapat dipengaruhi oleh dorongan untuk memperoleh kepuasan secara cepat.

Anggita menjelaskan bahwa situasi tersebut membuat kemampuan mengendalikan dorongan menjadi bagian penting dalam mengelola self-reward.

Baca Juga: UGM dan Pemda DIY Jalankan Program Tandur Muda, Ajak Anak Muda Bertani

“Literasi keuangan memberi dasar bagi seseorang untuk memahami konsekuensi dari keputusan finansial, tetapi dalam praktiknya kita juga perlu melihat bagaimana seseorang mengendalikan dorongan ketika ada keinginan untuk mendapatkan kepuasan secara langsung,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.