Kejurkab Taekwondo Kulon Progo, Bidik Atlet Porda 2027

Akurat.co, Jogja - Sebanyak 160 atlet mengikuti Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Taekwondo Kulon Progo 2026 yang berlangsung di GOR SMKN 2 Pengasih.
Kejurkab ini menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan bibit atlet muda potensial guna mempersiapkan regenerasi atlet taekwondo di wilayah Kulon Progo.
Ketua Panitia Kejurkab Taekwondo Kulon Progo 2026, Muh Faried Dwi Saputra mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan ruang bagi para atlet untuk merasakan atmosfer pertandingan di arena.
"Atlet yang baik membutuhkan jam terbang. Tidak hanya berlatih di dojang, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknik tersebut di arena resmi," ujarnya, Minggu (04/10/2026).
Baca Juga: Tanding di Kejuaraan Internasional, UKM Taekwondo UPN Veteran Yogyakarta Sukses Sabet 20 Medali
Kejurkab diikuti 160 atlet dari berbagai dojang di Kulon Progo. Angka tersebut melampaui target awal panitia yang membatasi kuota sebanyak 150 peserta.
"Untuk antusiasnya alhamdulillah sesuai harapan. Kemarin juga sebenarnya hanya 150 peserta yang kuotanya, namun ini lebih dari itu," terangnya.
Kejuaraan yang mempertandingkan dua kategori, Kyorugi (pertarungan) dan Poomsae (jurus). Diharapkan dapat mengasah mental, memupuk jiwa sportivitas, serta menumbuhkan ambisi atlet muda untuk menembus level provinsi hingga nasional.
Menurut Ketua Umum Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Kulon Progo Zuharsono Ashari, Kejurkab tahun ini sengaja memprioritaskan kategori junior untuk memberikan pengalaman dan membentuk mental bertanding sejak dini.
Baca Juga: Keterbatasan bukan Halangan, Keisya Pecatur Cilik Gunungkidul jadi Wakil DIY di Kejurnas
"Kami berharap muncul bibit-bibit muda yang handal. Terlebih lagi, Kulon Progo akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY pada tahun 2027 mendatang. Hasil dari Kejurkab ini nantinya akan diproyeksikan untuk memperkuat kontingen Kulon Progo di Porda 2027," kata Zuharsono.
Sekretaris Dinas Kominfo Kulon Progo Chris Agung Pramudi mengungkapkan, Kejurkab bukan sekadar ajang kompetisi. Melainkan bagian penting dari proses pembinaan karakter.
"Kegiatan ini menjadi ruang bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus membangun karakter melalui nilai-nilai semangat juang, disiplin, keberanian, dan sportivitas," tutur Chris.
Ia berharap pembinaan berkelanjutan ini melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Kulon Progo di tingkat DIY maupun nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam





