Misi PSS Permalukan Persebaya di GBT

Akurat.co,Jogja-PSS Sleman melawat ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dengan motivasi tinggi.
Super Elja berbekal kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0 atas PSM Makassar pada pekan lalu.
Modal tersebut diyakini bisa dijadikan kekuatan mempermalukan Persebaya di GBT pada pertandingan Minggu (18/10).
Baca Juga: Terungkap Rahasia di Balik Kemenangan Perdana PSS dengan Skor Besar
Pelatih PSS, Pieter Huistra menyadari Persebaya adalah tim yang belum terkalahkan.
Tetapi skuad Super Elang Jawa tetap bertekad untuk membawa pulang hasil positif.
"Setiap pertandingan yang dijalani PSS selalu dengan target untuk meraih kemenangan, dan laga di Stadion Gelora Bung Tomo ini pun tidak terkecuali," ungkapnya.
Selain bermodalkan rasa percaya diri, penggawa Super Elang Jawa juga terus memantangkan aspek teknis dengan terus menjalani latihan dan melakukan pembenahan internal memperbaiki kekurangan yang terjadi di pertandingan sebelumnya.
“Persiapan sejauh ini berjalan baik. Tentu saja kami menganalisis lawan. Pertama kami menganalisis diri kami sendiri, permainan kami sendiri, dan kami mencari hal-hal positif serta hal-hal yang perlu ditingkatkan.
Itulah yang kami lakukan, itu adalah rutinitas kami. Setelah itu tentu saja kami melihat kekuatan dan kelemahan lawan,” ungkap Pieter Huistra.
Menghadapi Persebaya diakui pelatih asal Belanda ini menjadi tantangan yang berbeda dibandingkan saat melawan PSM.
Selain bermain di kandang lawan, Bajol Ijo juga belum terkalahkan sejauh ini.
Dua hal tersebut diakui Pieter Huistra memiliki tantangan yang berbeda bagi PSS melawan Persebaya. Namun hal tersebut tidak mempengaruhi rasa percaya diri pemainnya.
“Ya, tentu saja. Mereka belum terkalahkan sejauh ini, jadi mereka memiliki tim yang bagus, tim yang kuat, tim yang mengandalkan fisik, dan mereka memiliki pelatih yang bagus, Tavares," kata Huistra.
Mengenai cara menyeimbangkan identitas permainan Sleman dengan tekanan bermain di kandang lawan, sang pelatih menekankan pentingnya disiplin taktik dan mental pemain.
“Ya, kami tahu apa yang harus dilakukan dan kemudian kami harus memastikan itu terjadi di lapangan.
Baca Juga: Hasil BRI Super League Pekan 4: Beda Nasib Dua Tim Jogja, PSIM Kalah, PSS Pesta Gol
Yang paling penting adalah pemain berusaha memainkan permainan mereka sendiri dan tidak terpengaruh oleh atmosfer, bahwa mereka percaya diri dan mereka kembali percaya diri dengan hal itu dan disiplin taktik, saya pikir itu yang paling penting,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam
- 10Tangan di Saku, Manajer PSIM Iksan Mahar Meminta Maaf







