Kebutuhan Pangan jelang Puasa dan Idulfitri Aman, Bulog DIY Siapkan 39.000 Ton Beras

Akurat.co,Jogja-Pemda DIY memastikan kebutuhan pangan menjelang puasa dan selama hari raya Idulfitri dipastikan aman.
Bulog DIY juga memastikan stok beras aman. Bulog menguasai sekitar 39.000 ton beras, sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri dipastikan tercukupi.
Kondisi ini dipastikan seusai Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melakukan pemantauan lapangan di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Kamis (05/02) kemarin.
Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis, SP, M.Si menyampaikan, dari 14 komoditas yang menjadi fokus pemantauan, seluruhnya masih mengacu pada ketentuan harga yang berlaku.
Baca Juga: Harga Cabai dan Bawang Merah Naik, Stok Pangan Kulon Progo Aman
“Alhamdulillah dari pantauan terhadap 14 komoditas, secara keseluruhan masih sesuai dengan ketentuan HET dan HAP. Kami berharap para pedagang dapat terus menjaga stabilitas harga di Provinsi DIY,” ujarnya.
Ketua Pelaksana Satgas Saber DIY, Kombes Pol Kayuswan Tri Panungko menambahkan, pemantauan dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok tidak melebihi HET dan HAP.
Selain itu, pemantauan juga difokuskan pada pemberian edukasi guna pencegahan praktik curang seperti monopoli harga dan penimbunan komoditas.
“Sehingga kita memberikan peringatan pada para spekulan ya pasti beberapa produsen maupun distributor agar tidak memainkan harga maupun melakukan penimbunan," tegasnya.
Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Pemkot Jogja Gelar Pasar Murah selama Februari
Sementara itu, Kepala Kanwil Perum Bulog Yogyakarta, Dedi Aprilyadi menyampaikan, stok beras di DIY dalam kondisi sangat aman.
Saat ini Bulog menguasai sekitar 39.000 ton beras, sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri dipastikan tercukupi.
“Untuk beras, kondisinya sangat aman. Stok yang kami kuasai saat ini mencapai 39.000 ton, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” terangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





