Jogja

Sambut Reaktivasi Bandara Adisutjipto, Momentum Kebangkitan UMKM Sleman

Atiek Widyastuti | 3 Juni 2026, 16:31 WIB
Sambut Reaktivasi Bandara Adisutjipto, Momentum Kebangkitan UMKM Sleman
Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana. (Akurat.co/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sleman mendukung rencana pemerintah pusat yang akan mengaktifkan kembali penerbangan sipil komersial di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Hal tersebut dinilai akan menjadi katalis percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Khususnya di Kabupaten Sleman yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas bisnis, pendidikan dan pariwisata di DIY.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana, Rabu (03/06/2026). Menurutnya, reaktivasi Bandara Adisutjipto merupakan kabar baik bagi dunia usaha dan masyarakat Sleman.

Lokasi bandara yang berada di wilayah Kabupaten Sleman serta didukung akses strategis yang dekat dengan Exit Tol Kalasan diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan.

Baca Juga: Kadin Sleman Tekankan Pentingnya Kurasi Bagi UMKM

"Ini kabar baik untuk denyut ekonomi di Kabupaten Sleman. Dengan Adisutjipto aktif lagi, UMKM Sleman mulai dari pelaku kuliner Kaliurang, pengelola hotel dan penginapan, sampai petani salak pondoh serta industri kreatif lainnya akan mendapatkan akses pasar yang lebih cepat dan biaya logistik yang lebih murah,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan kembali penerbangan sipil di Bandara Adisutjipto akan menciptakan efek berantai bagi berbagai sektor usaha.

Selain mempercepat mobilitas wisatawan dan pelaku bisnis, aktivitas penerbangan juga diyakini mampu meningkatkan okupansi hotel, pertumbuhan pusat kuliner, perdagangan, jasa transportasi, hingga pemasaran produk unggulan UMKM Sleman.

Meski memberikan dukungan penuh, Kadin Sleman menitipkan tiga pesan penting kepada pemerintah pusat agar reaktivasi bandara benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Baca Juga: Sleman Miliki 110 Ribu UMKM, F&B Mendominasi

Pertama, pemerintah diminta memastikan adanya sinergi antara Bandara Adisutjipto dan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo.

Karena menurut Yudi, kedua bandara harus memiliki pembagian peran yang jelas sehingga saling melengkapi, bukan saling bersaing.

“Kami berharap Adisutjipto dapat fokus melayani penerbangan domestik, penerbangan perintis, serta kargo UMKM. Sementara YIA tetap menjadi gerbang penerbangan internasional. Jangan sampai muncul persepsi persaingan antara Sleman dan Kulon Progo karena keduanya sama-sama penting bagi DIY,” tandas Yudi.

Kedua, Kadin Sleman meminta agar masyarakat lokal menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja ketika operasional bandara kembali diperluas.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke DIY Naik pada 2026

"Warga sekitar bandara harus mendapatkan manfaat langsung. Kesempatan kerja yang muncul harus memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal," tegasnya.

Ketiga, Kadin Sleman berharap dilibatkan dalam proses kurasi dan pembinaan UMKM agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok resmi bandara.

"Kami siap membantu menyiapkan UMKM terbaik untuk menjadi supplier resmi bandara, mulai dari katering, produk makanan khas, hingga souvenir unggulan Sleman," imbuhnya.

Yudi menegaskan, keberhasilan reaktivasi Bandara Adisutjipto tidak hanya diukur dari jumlah penerbangan yang beroperasi. Melainkan sejauh mana manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.