Jogja

Pelaku UMKM di Kawasan Candi Prambanan Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas

Yudi Permana | 2 Desember 2025, 14:51 WIB
Pelaku UMKM di Kawasan Candi Prambanan Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas

Akurat.co, Jogja - InJourney Destination Management (IDM) menyelenggarakan program Ambara Budaya Peningkatan Kapasitas UMKM dan Pendukung Pariwisata di kawasan Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko.

Kegiatan diikuti 100 pelaku UMKM dari tiga wilayah kecamatan yang berada di sekitar Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko.

Kabupaten Klaten Jawa Tengah diwakili pelaku UMKM dari Desa Tlogo, Bugisan, Kokosan, Kebondalem Kidul dan Pereng.

Sedangkan Kabupaten Sleman DIY, diwakili pelaku UMKM dari Kalurahan Bokoharjo dan Sambirejo Kapanewon Prambanan serta Kalurahan Tamanmartani Kapanewon Kalasan.

Baca Juga: Gubernur DIY Sri Sultan HB X Pastikan Kebutuhan Pangan dan BBM Aman saat Libur Natal dan Tahun Baru 2026

Mereka adalah pelaku UMKM dengan produk jual berupa kuliner, fashion (batik ecoprint, shibori) dan jasa (jasa wisata, salon bengkel).

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM untuk mendukung aktivitas pariwisata berkualitas di kawasan Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko," kata GM Prambanan dan Ratu Boko Ratno Timur saat membuka kegiatan di Gedung Serbaguna Bokoharjo Prambanan Sleman, Senin (02/12/2025).

Agenda ini menurut Ratno termasuk dalam tindak lanjut atas pemetaan sosial dan potensinya yang kami lakukan untuk memberdayakan peran warga dalam aktivitas-aktivitas pariwisata, ekonomi kreatif dan penunjangnya.

Diharapkan dukungan ini bisa meningkatkan kapasitas pelaku usaha untuk mendukung terselenggaranya pariwisata berkualitas di wilayah Prambanan.

Sustainability Division Head IDM Ismiyati mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pilar ekonomi program Cipta Ambara Budaya yang berfokus pada pemberdayaan UMKM di kawasan Candi Prambanan, Ratu Boko dan sekitarnya. 

Baca Juga: Pemkot Jogja Borong 3 Penghargaan Nasional di Bidang Digitalisasi, Apa Saja?

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan IDM dan akan dinilai menggunakan metode Social Return on Investment (SROI) untuk memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Program ini juga menjadi tindak lanjut atas proses pemetaan sosial yang telah dilakukan oleh IDM di wilayah tersebut," ungkapnya.

Peserta mendapatkan materi mengenai legalitas usaha, market awareness, materi artificial intelligence atau kecerdasan buatan bagi UMKM, foto dan packaging produk UMKM.

Pada materi pengenalan legalitas berusaha, peserta didorong untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai dokumen legal untuk mempermudah urusan perizinan atau bantuan usaha lainnya.

Hal ini dimaksudkan agar peserta bisa mendapatkan berbagai izin seperti sertifikat PIRT. Seperti izin edar untuk produk makanan dan minuman yang diproduksi oleh usaha skala rumah tangga, sertifikat halal dan lainnya.

Baca Juga: Warga Kembali Buang Sampah ke Sungai, Wali Kota Jogja Kecewa dan Marah

"Sebagai UMKM di ring I kawasan Warisan Budaya Dunia, mereka didorong untuk lebih mengenal potensi usaha yang semakin terbuka dan menantang," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.