Jogja

Gubernur DIY : Pameran Kerajinan Bukan Sekedar Produk Ekonomi

Atiek Widyastuti | 15 Juli 2026, 17:20 WIB
Gubernur DIY : Pameran Kerajinan Bukan Sekedar Produk Ekonomi
Salah satu stand dalam INACRAFT Festival 2026 di JEC. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Gubernur DIY Sri Sultan HB X resmi membuka Indonesian Craft (INACRAFT) Festival 2026 di JEC, Rabu (15/07/2026), Sebuah pameran kerajinan tangan terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara yang menampilkan berbagai produk kriya, wastra, batik dan kerajinan khas nusantara.

INACRAFT Festival 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan antara pengrajin lokal, pelaku industri kreatif dan masyarakat luas - sebuah momentum untuk merayakan kekayaan kerajinan Indonesia sekaligus mendorong dampak ekonomi yang nyata bagi para pelakunya, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Kehadiran delegasi dari luar negeri pada pagi hari ini adalah bukti nyata bahwa kerajinan bukan sekadar produk ekonomi, melainkan bahasa universal yang mampu menembus batas negara dan budaya," kata Gubernur dalam sambutannya.

INACRAFT Festival 2026 mengambil tema "Hamemayu Hayuning Bawana: Kerajinan Budaya untuk Harmoni Dunia". Menurut Sultan, tema tersebut bukan pilihan yang kebetulan.

Baca Juga: INACRAFT, Pameran Kerajinan dan Produk Kreatif Terbesar di Indonesia akan Digelar di Jogja

Filosofi Hamemayu Hayuning Bawana, mengandung ajaran untuk senantiasa memperindah dan memelihara keharmonisan dunia.

Nilai ini relevan dengan semangat kerajinan itu sendiri. Setiap produk kerajinan lahir dari ketelitian tangan, kesabaran proses, dan penghormatan terhadap material serta tradisi.

Dalam skala yang lebih luas, nilai tersebut menjadi fondasi bagi terciptanya harmoni antarbangsa, melalui jalur perdagangan dan budaya yang saling menghargai.

Penyelenggaraan festival ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Kerajinan Yogyakarta, dengan kekayaan motif batik, ukir, gerabah, dan perak, memiliki keunikan yang tidak dimiliki daerah lain.

Baca Juga: Dukung Geopark Berkelanjutan, DPRD DIY Dorong Penguatan Infrastruktur Geosite Lava Bantal

"Festival internasional seperti ini, menjadi jembatan strategis untuk memperkenalkan kekayaan tersebut kepada pasar global, sekaligus membuka peluang kemitraan dagang yang berkelanjutan bagi para perajin dan pelaku usaha kecil menengah," jelasnya.

Muchsin Ridjan selaku Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) selaku penyelenggara INACRAFT Festival 2026 mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud komitmen ASEPHI dalam mendukung perkembangan industri kerajinan Indonesia agar semakin berdaya saing, inovatif dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional.

Tahun ini ASEPHI menghadirkan penyelenggaraan yang lebih kolaboratif, lebih inklusif. Serta memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku UMKM, pengrajin, desainer, komunitas kreatif, hingga buyer dari berbagai negara.

"Kami berharap INACRAFT Festival tidak hanya menjadi sebuah pameran, tetapi juga menjadi platform bisnis, ruang kolaborasi, serta sarana promosi budaya Indonesia melalui produk-produk kerajinan terbaik," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.