Lelang Cabai Digital Petani Bantul, Upaya Menjaga Stabilitas Harga

Akurat.co,Jogja-Dulu banyak petani cabai di daerah Bantul menjual hasil panennya ke pengepul.
Akibatnya penghasilan tak menentu, harga di pasar pun bisa dipermainkan.
Di tengah situasi tersebut muncullah lelang cabai digital. Program ini sudah berjalan sejak 2025.
Ketua Kelompok Tani Bekti Pertiwi Bantul, Sodekan, mengaku sebelum adanya lelang ini, cabai dijual kepada pengepul.
Baca Juga: BI DIY Ungkap Cabai Rawit hingga Telur Faktor Penyumbang Inflasi 2026
Pada Rabu (30/9) kemarin, Kelompok Tani Bekti Pertiwi menggelar lelang di Balai Dusun Depok, Parangtritis, Kretek.
Lelang cabai ini merupakan periode keempat pada Tahun 2026, dan telah dimulai sejak akhir Tahun 2025 lalu.
Sodekan mengatakan, lelang digital ini disambut baik oleh para petani karena terdapat perbedaan harga yang cukup signifikan.
Pada awal musim kali ini, cabai yang dilelang hanya sekitar satu ton.
"Harapannya pada puncak panen raya nanti akan mencapai 20 hingga 30 ton pada semua varietas cabai," jelasnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Darmadi Sudibyo mengatakan bahwa cabai merupakan komoditas penting yang harus kita rawat.
Oleh sebab itu, Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas harga, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dengan menghadirkan lelang digital ini.
“Lelang cabai digital ini tidak hanya memotong rantai distribusi tetapi juga menciptakan transparansi harga," terangnya.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta menyebutkan lelang cabai digital ini menjadi salah satu bentuk usaha dan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Bank Indonesia dan para petani, untuk memperkuat tata niaga dan ekosistem rantai pasok cabai.
“Jika para petani menjual cabai secara digital, saya yakin bisa mempertahankan harga cabai, sesuai dengan harga pasar.
Jika harga stabil, para petani bisa mendapat hasil yang maksimal,” pungkas Aris.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam






