BI DIY Ungkap Cabai Rawit hingga Telur Faktor Penyumbang Inflasi 2026

Akurat.co,Jogja-Bank Indonesia (BI) DIY mewaspadai kenaikan cabai rawit hingga telur sebagai antisipasi inflasi 2026.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo, pada agenda High Level Meeting (HLM) Monitoring dan Evaluasi Inflasi DIY, Kamis (23/7/2026).
Agenda dihadiri Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan pejabat DIY lainnya.
Menurut Sri Darmadi, kenaikan kebutuhan pangan tak lepas dari sejumlah situasi yang ada saat ini.
Baca Juga: Kenaikan BBM Pemicu Inflasi Kota Jogja
Meliputi ketidakpastian geopolitik global, potensi El Nino yang dapat memicu kekeringan dan menekan produksi pangan, dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi, serta peningkatan permintaan konsumsi seiring tingginya kunjungan wisatawan ke DIY.
Ia menyebut, komoditas yang menjadi perhatian utama meliputi cabai rawit, bawang merah, cabai merah, beras dan telur ayam.
"Berdasarkan data yang disampaikan, inflasi DIY pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,91 persen, sedangkan inflasi Kota Yogyakarta mencapai 3,18 persen,” ujarnya.
Pemda DIY bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)berupaya menghadapi potensi tekanan inflasi tersebut.
Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam arahannya menyampaikan tujuh langkah prioritas menghadapi tantangan yang ada, terutama di semester II 2026.
Salah satunya adalah, memperkuat distribusi komoditas pangan strategis seperti beras, telur ayam ras, minyak goreng, cabai merah dan cabai rawit dengan prinsip tepat lokasi, tepat waktu dan tepat sasaran.
Kemudian, memperkuat kerja sama antar daerah melalui pemetaan wilayah surplus dan defisit komoditas sehingga daerah dengan kelebihan produksi dapat menopang wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.
Lalu memetakan kebutuhan konsumsi masyarakat dan wisatawan, terutama pada momentum idul fitri, libur sekolah, natal, dan tahun baru.
Baca Juga: BPS Kota Jogja Sebut Tahun Ajaran Baru akan Picu Inflasi
Dan, memperkuat cadangan pangan pemerintah daerah agar dapat disalurkan secara tepat ketika terjadi gangguan pasokan maupun lonjakan harga.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam








