Menikmati Gudeg Manggar Luweng Kayu, Sajian Kuliner Gudeg Langka Khas Keraton Yogyakarta

Akurat.co, Jogja - Jika membahas soal kuliner yang ada di Yogyakarta, yang pertama kali diingat adalah gudeg Jogja yang punya rasa perpaduan manis,gurih yang nikmat.
Penikmat kuliner yang ada di Yogyakarta mengetahui bahwa gudeg merupakan olahan dari nangka muda yang dimasak dengan berbagai bumbu yang menghasilkan cita rasa gudeg yang disukai banyak orang.
Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata Alam di Sleman yang Murah Meriah, Nomor 5 Malah Gratis
Akan tetapi, ada gudeg dari bahan bunga kelapa muda yang bisa diolah menjadi gudeg yang lezat, bahkan sajian ini sudah lama ada sebagai jamuan khas keraton Yogyakarta lho.
Tidak seperti gudeg kebanyakan dari nangka muda, gudeg dari bahan kelapa muda atau manggar terbilang langka dan jarang ditemui, hal ini karena bahan baku dari bunga manggar yang tidak mudah didapatkan.
Namun bagi pecinta gudeg Jogja, ada salah satu rumah makan yang menyajikan gudeg khas keraton ini yaitu Luweng Kayu yang ada di Sleman.
Rumah makan Luweng Kayu menyajikan gudeg manggar sebagai upaya untuk melestarikan kuliner royal cruisine sebagai salah satu warisan budaya.
Baca juga: 3 Spot View Pedesaan Buat Kulineran Kamu Semakin Berkesan Saat di Jogja
Gudeg manggar juga menjadi kuliner yang sudah berumur lebih dari 500 tahun, dan masih tetap menjadi hidangan di keraton sampai saat ini.
Cita rasa gudeg manggar berasa lebih gurih meskipun ada rasa manis dan lebih padat jika dibandingkan dengan gudeg nangka pada umumnya.
Proses memasak gudeg khas keraton ini juga terbilang lama, karena butuh waktu 3 hari agar rasa dari bunga kelapa muda atau manggar tidak sepat.
Untuk harga menu gudeg manggar di rumah makan Luweng Kayu relatif terjangkau dari mulai harga Rp. 50.000 tergantung porsi menu per orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









