Menikmati Suasana Jogja yang Otentik dengan Gudeg Pawon

Akurat.co,Jogja-Jogja dibangun dengan budaya kental dan masyarakatnya yang sederhana. Seperti halnya Gudeg Pawon.
Mempertahankan tradisi kesederhanaan, Gudeg Pawon akan membawamu ke suasana Jogja yang otentik.
Orisinalitas Jogja bisa kamu nikmati di Gudeg Pawon. Di mana kamu akan diajak makan gudeg dengan nuansa hangat penuh kesederhanaan.
Selain itu, kamu bisa melihat langsung dapur memasaknya yang masih menggunakan tungku atau dalam bahasa Jawa, pawon dan kayu bakar. Menjadi saksi langsung bagaimana bumbu dan bahan gudeg diolah.
Baca Juga: Kenapa Gudeg Rasanya Manis?
Tak perlu bermewah-mewah, tempat makannya pun bertahan dengan suasana rumahan sejak dahulu. Hanya rumah sederhana biasa.
Pengunjung bisa duduk di dalam, di halaman dengan lesehan tikar, atau di dekat pawonnya langsung.
"Gudeg yg konsep rmh mkn nya open kitchen. Jd kita bs liat dapur masaknya yg masih jadul dan pake arang atau kayu bakar menjaga rasa dan kualitas," ungkap salah satu pengunjung, Angelina dalam Google Reviewnya.
Yang menarik lagi dari gudeg satu ini adalah, bukanya yang malam. Sekitar pukul 19.00 wib.
Meski baru buka jam 7 malam, antrean pengunjung biasanya sudah ramai sejak pukul 18.00 wib.
Apalagi kalau musim liburan. Banyak wisatawan luar kota yang penasaran dengan populiritas Gudeg Pawon.
"Salah satu gudeg legend di Jogja. Gudegnya enak. Nuansa makan di dapur langsung," ungkap pengunjung lain, Andik Hermawanto.
Baca Juga: Gudeg Basah Mbak Ning, Menu Sarapan Gudeg Saat Pagi Hari
Untuk harga, semua sepakat. Relatif mahal. Seporsi gudeg dihargai antara Rp25.000-Rp50.000.
Bagi yang penasaran dengan Gudeg Pawon, datang saja ke alamatnya di Jl. Prof. DR. Soepomo Sh No.36, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









