Pedasnya Bakso Lombok Uleg Pak Di yang Bikin Nagih

Akurat.co, Jogja - Kulineran di Kota Yogyakarta, banyak sekali menu-menu kuliner yang menarik dan patut untuk dicoba agar tidak penasaran dengan rasanya.
Tidak melulu dengan kuliner tradisional, di Yogyakarta juga banyak sekali kuliner yang berasal dari luar daerah yang mendirikan kedai di Jogja.
Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata Alam di Sleman yang Murah Meriah, Nomor 5 Malah Gratis
Seperti kuliner bakso Lombok uleg Pak Di yang merupakan salah satu kuliner khas Temanggung yang selalu ramai dikunjungi pembeli yang suka dengan rasa pedas sambal uleg.
Berbeda dari bakso yang lain, bakso Lombok uleg Pak Di ini punya teknik cabainya langsung diuleg di mangkok bakso sebelum di siram kuah lho.
Baca juga: Soto Keceh Imogiri, Sensasi Sarapan Soto Sambil Mainan Air Sungai
Teknik ini tentu berbeda dari penjual bakso kebanyakan yang sambalnya tersedia di tempat berbeda.
Meskipun tidak menyediakan sambal seperti penjual bakso kebanyakan, tapi pelanggan bisa pesan bakso sesuai dengan tingkat pedesnya, standar dengan 5 biji cabai, dan untuk pedas maksimal bisa sampai 10 biji cabai.
Baca juga: Menikmati Gudeg Manggar Luweng Kayu, Sajian Kuliner Gudeg Langka Khas Keraton Yogyakarta
Bakso Lombok uleg Pak Di juga tidak disajikan dengan tambahan mie atau bihun, melainkan diganti dengan tahu dan ketupat yang punya rasa gurih saat bercampur dengan siraman kuah bakso.
Di daerah asalnya, Temanggung, bakso uleg Pak Di awalnya dijual dengan gerobak pikulan yang memutari kampung-kampung. Namun karena keunikannya, kini bakso Pak Di bisa dirasakan penggemarnya di Yogyakarta.
Kedai bakso uleg Pak Di cabang Yogyakarta berada di Jl. Kaliurang No.60A, Purwosari, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









