Jogja

Manggung di Penonton Prambanan Jazz 2026 Ari Lasso Minta Dipanggil Ini...

Atiek Widyastuti | 5 Juli 2026, 23:26 WIB
Manggung di Penonton Prambanan Jazz 2026 Ari Lasso Minta Dipanggil Ini...
Penampilan Ari Lasso di Prambanan Jazz 2026. (Akurat.co/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Ari Lasso kembali tampil di panggung Prambanan Jazz 2026. Lebih dari 10 lagu yang dia mainkan di Guyub Stage di hari ketiga, Minggu (05/07/2026).

Begitu intro 'Mengejar Matahari' dimainkan, penonton yang semula masih agak ke belakang langsung maju.

Termasuk beberapa yang masih duduk, juga langsung berdiri. Usai 'Mengejar Matahari', Ari melainkan 'Cinta Sejati'.

"Sugeng ndalu Yogyakarta. Malam ini kalau ada yang manggil saya 'Om', saya akan berhenti bernyanyi. Panggil 'Mas' donk," candanya yang disambut tawa penonton.

Baca Juga: Pongki : "Jarang Bagi Jikustik Bisa Tampil Berlima"

Ari Lasso tidak hanya memainkan lagunya. Namun juga beberapa lagu hits saat masih bergabung dengan Dewa 19. Seperti 'Cinta Kan Membawamu Kembali', 'Aku Milikmu', 'Satu' dan 'Kangen'.

"Manggung di Prambanan Jazz itu, deg-degan-nya dobel. Apalagi ada ini (sambil menunjuk layar tanda waktu sudah mau habis, red)," ujarnya sebelum memainkan lagu 'Hampa'.

Ari Lasso menutup penampilannya dengan lagu 'Separuh Nafasku' milik Dewa 19.

Sebelumnya dipanggung yang sama, terlebih dahulu tampil Rio Febrian. Beberapa lagu hits di-aransemen menjadi jazz.

Baca Juga: Tampil di Hari Kedua Prambanan Jazz 2026, Penampilan Gigi Sempat Break Adzan Isya

Khusus lagu 'Bukan Untukku' dia mengajak salah satu anak laki-laki untuk menyanyikan.

"Di lagu, saya tidak akan sendiri. Biar diselesaikan oleh anak saya Jamaica," teriaknya.

Beberapa lagu jazz mancanegara juga dibawakan Rio. Salah satunya Can't Take My Eyes Off You" yang pertama kali dipopulerkan oleh Frankie Valli pada tahun 1967.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.