Bermain Kano dan Menikmati Lembutnya Pasir Putih di Pantai Sadranan Gunungkidul

Akurat.co,Jogja-Kalau ada pantai di Gunungkidul yang berpasir putih dan bisa untuk bermain kano sekaligus, Pantai Sadranan tempatnya.
Di sini lembut dan bersihnya pantai putih akan bisa kamu nikmati saat kaki telanjangmu berjalan menyusuri pantainya.
Panorama indah sepanjang mata memandang laut lepas membuatmu akan rileks dan tenang.
"Pantainya bersih, air jernih, pasir putih," ujar Sekar, pengunjung pantai ini.
Tak sekadar menikmati lembutnya pasir putih serta pemandangan indah laut lepas, di sini kamu juga bisa bermain kano.
Baca Juga: Pantai Sadranan, Bisa Snorkeling dan Mendayung Kano yang Seru
Harga sewanya sekitar Rp100.000. Pengunjung bisa menyewa di sejumlah tempat sewa yang ada di sana.
Pantai yang bersebelahan dengan Slili ini juga dikenal dengan kuliner seafoodnya.
Di setiap kios di area pantai banyak yang menjual berbagai macam makanan seafood hasil laut yang fresh.
Seperti cumi goreng tepung, udang goreng tepung, ikan jambal goreng tepung, kepiting kecil goreng, rumput laut crispy, ikan wader goreng crispy, dan lainnya.
Harganya bervariasi dari Rp25.000-Rp35.000 per 250 gramnya. Untuk harga segitu relatif murah, dengan nasi harga perbungkus Rp5.000.
Bagi pengunjung yang tak puas hanya sekadar mampir saja ke pantai ini, disekitar lokasi pantai juga banyak tersedia penginapan.
Harganya di kisaran Rp350.000-Rp500.000. Bagi yang menginap, maka pengalaman liburan tentu semakin tak terlupakan.
Dua jam perjalanan dari Kota Jogja
Pantai Sadranan terletak di Dusun Pulegundes II, Desa Sidoarjo, Kecamatan Tepus, Gunungkidul.
Bila ditempuh dari pusat kota Jogja, akan memakan waktu 2 jam dengan jarak tempuh 66 km.
Menuju Pantai Sadranan cukup mudah, ada banyak tanda atau arahan menuju pantai ini.
Bahkan kendaraan bis bisa menuju pantai ini dengan rute yang sesuai.
Nama Pantai Sadranan ini diambil dari kata ‘Nyadran’, di mana ‘Nyadran’ adalah sebuah ritual Jawa.
Baca Juga: 18 Wisatawan Tersengat Ubur-ubur di Pantai Gunungkidul
Ritual ini bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan, atas kelimpahan rezeki yang telah diberikan.
Karena dahulu masyarakat setempat mayoritas adalah nelayan, ritual ini adalah ungkapan syukur atas hasil melaut hari tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman
- 10Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat









