Jogja

Campak Masih Jadi Ancaman, Cegah dengan Imunisasi

Yudi Permana | 8 Oktober 2025, 20:24 WIB
Campak Masih Jadi Ancaman, Cegah dengan Imunisasi

Akurat.co, Jogja - Kasus campak kembali menjadi sorotan setelah sejumlah anak di Sumenep, Madura, dilaporkan meninggal akibat penyakit ini.

Kejadian tersebut menimbulkan keresahan masyarakat yang ramai dibicarakan di media sosial.

"Campak bisa menyerang semua usia, tetapi gejalanya lebih sering tampak berat pada anak-anak,” kata konsultan infeksi dan penyakit tropis dari RSUP Dr Sardjito dr Ratni Indrawanti SpA(K), Rabu (08/10/2025).

Menurut dr. Ratni, campak mudah dikenali dari gejala khas berupa demam tinggi disertai batuk dan pilek.

Baca Juga: Disdik Bersama BNNK Sleman Akan Integrasikan Kurikulum Anti Narkoba di Satuan Pendidikan dan Pesantren

Dan di hari ketiga atau keempat muncul ruam kemerahan yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh. Salah satu tanda khasnya adalah bintik kecil putih di mulut yang disebut koplik spot.

Bintik ini tidak ditemui pada penyakit lain seperti flu Singapura atau rubella.

"Tidak semua demam dengan ruam berarti campak, diagnosis tetap harus ditegakkan dengan pemeriksaan,” tegas dr Ratni.

Bahaya campak tidak berhenti pada gejala awal seperti demam, batuk, pilek, dan ruam.

Infeksi ini melemahkan daya tahan tubuh, membuat rentan terhadap penyakit lain dan menimbulkan komplikasi serius. Seperti radang paru (pneumonia), hingga radang otak (ensefalitis).

Baca Juga: 17.396 Nomor Objek Pajak Telah Memanfaatkan Program Pembebasan Denda PBB-P2

Komplikasi inilah yang sering kali menyebabkan kondisi pasien memburuk bahkan berujung kematian. “Inilah yang bisa berujung pada kematian,” tegasnya.

Pencegahan utama campak adalah imunisasi campak atau MR (Measles–Rubella). Karena biasanya penyakit yang ada imunisasinya itu penyakit yang berbahaya.

Lebih lanjut tentang imunisasi campak ini, meski tidak menjamin 100% bebas tertular, vaksin terbukti melindungi dari gejala berat.

Ia menekankan pentingnya cakupan imunisasi tinggi untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). “Kalau ada yang tidak divaksin, mereka bisa menularkan ke yang lain,” jelasnya.

Baca Juga: Tongseng dan Gulai Caturan, Menikmati Hidangan Tongseng dan Gulai dengan Cita Rasa Otentik di Sleman

Jadi, anak yang sudah divaksin masih bisa terkena campak, tapi gejalanya biasanya lebih ringan.

Selain imunisasi, pencegahan campak juga bisa dilakukan dengan langkah sederhana seperti memakai masker saat sakit, mencuci tangan, dan menjaga asupan gizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Jika ada kasus campak yang muncul di sekolah, tindakan yang harus segera dilakukan pelacakan kontak, pemeriksaan kesehatan pada anak lain yang bergejala, serta memastikan mereka mendapatkan imunisasi lengkap.

Anak yang terinfeksi harus diistirahatkan di rumah sampai benar-benar pulih untuk memutus rantai penularan.

Selain itu sekolah perlu meningkatkan kebersihan lingkungan dan memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua terkait gejala dan pencegahan campak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.