Akurat.co,Jogja-Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menargetkan membangun total 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di DIY tahun depan.
Hal tersebut disampaikan Kapolda DIY, Anggoro Sukartono saat launching operasi SPPG Polri yang digelar di Argorejo, Sedayu, Bantul, Senin (29/12/2025).
Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian groundbreaking serentak 436 SPPG Polri di seluruh Indonesia, yang diikuti secara daring.
Anggoro menyampaikan bahwa capaian pembangunan SPPG Polri di DIY telah melampaui target tahun 2025, dengan 27 titik yang mulai dibangun.
“Pada 2026, target kami mencapai 50 titik di DIY dan akan diakselerasi melalui kerjasama dengan berbagai mitra hingga mencapai 100 titik SPPG,” jelasnya.
Kapolda menambahkan bahwa SPPG Polri diharapkan dapat menjadi role model dalam penyajian makanan yang aman, steril, dan berkualitas bagi para penerima manfaat.
Ia mencontohkan SPPG Sentolo yang dijadikan pilot project dengan standar yang telah ditetapkan oleh pusat.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Polri yang telah membangun infrastruktur SPPG dengan standar higienitas yang baik, baik dari sisi proses maupun peralatan.
“Ini menyangkut keamanan pangan yang harus kita jaga ketat agar penerima manfaat bisa mendapatkan konsumsi makanan yang higienis, menyehatkan dan memiliki dampak positif bagi tumbuh kembang mereka,” kata Halim.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Rantai Pasok Lokal, Petani Bisa Ikut Diuntungkan
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Yogyakarta, Gagat Widyatmoko, menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis nasional yang gagasannya telah muncul sejak sekitar 20 tahun lalu.
“Gizi sangat mempengaruhi perkembangan otak manusia, mulai dari cara menyerap dan mengolah informasi, hingga kemampuan mengambil keputusan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gagat menjelaskan bahwa peran SPPG tidak hanya sebatas mendistribusikan makanan, tetapi juga memastikan terpenuhinya standar gizi bagi kelompok sasaran penerima manfaat.
Sesuai Perpres Nomor 83 Tahun 2024, penerima manfaat MBG mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik mulai dari prasekolah hingga SMA.
Di wilayah Yogyakarta, saat ini terdapat 322 SPPG, dengan 262 di antaranya telah beroperasi.
Seluruh SPPG tersebut melayani sekitar 565.000 penerima manfaat di kabupaten dan kota se-DIY.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam










