Anggaran Terbatas, Bagaimana dengan Perbaikan 378 Km Jalan Rusak di Sleman?

Akurat.co, Jogja - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman mentargetkan menangani jalan rusak di tahun 2026.
Penanganan akan menyasar 378 kilometer yang tersebar di 17 kapanewon.
Ini sejalan ini program utama pemerintahan yang sekarang, yakni Sleman Dalane Alus. Sayangnya, jalan rusak sepanjang 378 kilometer tersebut tidak bisa langsung diperbaiki begitu saja.
"Mayoritas baru berupa pemeliharaan rutin. Berupa tambah sulam. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan," kata Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman Fauzan Ma’aruf, Senin (23/02/2026).
Baca Juga: BMKG DIY Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Hingga 28 Februari 2026
Sedangkan rehabilitasi jalan yang biasanya berupa pengaspalan ulang hanya 15,65 kilometer. Dan peningkatan jalan yang diikuti pelebaran perkerasan aspal hanya 10,9 kilometer.
Langkah tersebut dilakukan DPUPKP lantaran anggaran yang terbatas. Untuk itu, DPUPKP menggunakan asas pemerataan wilayah dan sistem optimalisasi.
Dari 378 kilometer jalan yang ditargetkan dilakukan pemeliharaan, sampai saat ini baru tereksekusi sepanjang 48 kilometer.
Fauzan mencontohkan untuk penambalan jalan ada di Jalan Raya Berbah Utara. Peningkatan tahun ini diprioritaskan untuk Jalan Serut hingga Krikilan.
Baca Juga: Tiga Warga Sleman Batal Berangkat Haji Tahun Ini
Untuk anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp 106 miliar. "Dana tersebut tidak hanya untuk jalan saja. Tapi juga termasuk penggantian dan pemeliharaan jembatan," tegasnya.
DPUPKP rutin melakukan penambahan jalan. Ada juga yang dilakukan secara swakelola. Setiap wilayah, yakni Sleman barat, timur dan tengah memiliki tim tersendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









