Jogja

Pelayanan Kesehatan Saat Lebaran, Dinkes Sleman Siagakan 7 RS Khusus Tangani PONEK, Apa Itu?

Atiek Widyastuti | 10 Maret 2026, 17:09 WIB
Pelayanan Kesehatan Saat Lebaran, Dinkes Sleman Siagakan 7 RS Khusus Tangani PONEK, Apa Itu?
Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama. (Akurat.co/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman akan menyiagakan tujuh rumah sakit untuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK).

Hal tersebut guna menangani kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, dan bayi baru lahir demi menekan angka kematian ibu dan bayi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, penanganan kedaruratan ibu hamil menjadi perhatian guna menekan angka kematian pada ibu hamil.

Kenapa harus waspadai, karena banyak ibu hamil yang kurang aware dengan kondisi kesehatan mereka. Merasa sehat, lalu melakukan perjalanan luar kota.

Baca Juga: Dispar Sleman Targetkan Kunjungan Wisatawan Minimal 200 Ribu di Momen Lebaran 2026

"Ternyata termasuk resiko tinggi. Sampai sini mengalami preeklampsia sehingga menimbulkan pendarahan," katanya dalam jumpa pers terkait kesiapan libur Idul Fitri 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (10/03/2026).

Jika kondisi tersebut muncul, jangan sampai ada keterlambatan penanganan. Baik ibu hamil itu sendiri maupun fasilitas kesehatannya. Ini juga sebagai upaya untuk menekan angka kematian ibu setelah melahirkan.

Ketujuh rumah sakit rujukan PONEK tersebut tersebut adalah RSUP Dr. Sardjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, RSKIA Sadewa, RS Sakina Idaman dan RSU PKU Muhammadiyah Gamping.

"Puskesmas juga telah kita himbau untuk melakukan identifikasi ibu hamil resiko tinggi yang HPL dalam rentan tanggal 18-24 Maret 2026 dan selalu berkoordinasi dengan Puskesmas PONED dan RS PONEK," jelasnya.

Baca Juga: Bangga Berlebaran dengan Produk UMKM, Pemkab Sleman Terbitkan SE Borong Bareng

Bagi Puskesmas rawat inap Dinkes Sleman telah mengeluarkan himbauan untuk selalu menyiagakan tim PONED jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap KLB makanan atau penyakit. Jika ada kasus yang dicurigai, dapat segera berkoordinasi dengan Dinkes.

Selain itu, Dinkes Sleman juga memastikan untuk puskesmas rawat inap tetap membuka pelayanan operasional selama 24 jam seperti biasa. Untuk puskesmas non rawat inap, pelayanan dibuka mulai pukul 07.30 hingga 19.00 WIB, pada tanggal 18 hingga 24 Maret 2026.

"Bagi pemudik tetap kita himbau untuk menerapkan protokol kesehatan. Cuci tangan, memakai masker jika sedang flu, menjaga jarak dan tentunya PHBS," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.