DLH Sleman Imbau, Warga Tak Sembarangan Buang Limbah Jeroan Hewan Kurban

Akurat.co, Jogja - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menghimbau kepada warga agar bijaksana saat penyembelihan hewan kurban nanti.
Terutama dalam pembuangan limbah, berupa darah dan limbah jeroan atau organ dalam hewan kurban.
Hal ini khususnya bagi mereka yang menyembelih hewan kurbannya diluar Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
"Pemotongan diutamakan di RPH. Jika di luar RPH, harus memenuhi syarat yang memang telah ditetapkan," kata Plt Kepala DLH Sleman Sugeng Riyanta, Senin (25/05/2026).
Baca Juga: Kebutuhan Sapi Kurban di Sleman Mencapai 9.500 Ekor
Lokasi penyembelihan harus ada pagar/pembatas, lahan cukup, fasilitas air bersih dan juga sanitasi. Disediakan lubang penampungan darah dan rumen sesuai kapasitas.
Dan untuk limbah cair ditampung dalam tangki septik atau ditimbun dengan ditaburi kapur. Tidak boleh dibuang ke sungai atau selokan.
Untuk limbah padat berupa jeroan, organ dan tulang dikubur atau dimanfaatkan lebih lanjut.
"Limbah cair dan padat dilarang dibuang langsung ke badan sungai," tegasnya.
Baca Juga: Ramah Lingkungan, Pemkab Sleman Imbau Pembagian Daging Kurban Menggunakan Besek
Untuk tempat penyembelihan hewan kurban agar dilengkapi dengan lubang penampungan darah dengan ukuran panjang, lebar dan kedalaman 0,5m x 0,5m x 0,5m per 10 ekor untuk kambing.
Untuk sapi dengan ukuran 0,5m x 0,5m x 1m per 10 ekor. Lubang penampungan rumen dengan ukuran panjang, lebar dan kedalaman adalah 0,5m x 0,5m x 1,5m. Tentu dengan memperhatikan jarak dengan sumber air bersih.
Sugeng menjelaskan, jika limbah dibuang sembarangan seperti di sungai atau selokan, resikonya bisa menimbulkan banyak dampak buruk. Tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga bisa memicu polusi bau.
Selain itu, limbah sisa pemotongan hewan yang tidak dikelola dengan baik juga berpotensi menularkan penyakit.
"Hindari membuang limbah sembarangan karena dampaknya bisa meluas. Sama seperti tinja, limbah jeroan memicu munculnya bakteri E. coli yang berpotensi pada penularan penyakit," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 79 Tahun KAMAJAYA Scholarship, Telah Salurkan Lebih dari Rp 5 M untuk Beasiswa Mahasiswa UAJY
- 8FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 9Nasib Kapten PSIM Musim Lalu Reva Adi, Jalani Pinjaman ke Klub Kalimantan
- 10Parlemen Pelajar, Sarana Pelajar Kota Jogja Mengenal Lebih Dekat Tugas Parlemen








