Jogja

Pemkot Jogja Kembangkan Pasar jadi Destinasi Wisata Baru

Haris Ma'ani | 26 Juni 2026, 12:06 WIB
Pemkot Jogja Kembangkan Pasar jadi Destinasi Wisata Baru
Pasar Beringharjo Kota Jogja, salah satu pasar tradisional populer di kalangan wisatawan. (foto: instagram/@akuvacations)

Akurat.co,Jogja- Pemkot Jogja mengembangkan pasar tradisional di wilayahnya menjadi destinasi wisata.

Keberhasilan Pasar Beringharjo, Pasar Ngasem, Pasar Kranggan, sebagai tujuan wisata menjadi inspirasi pengembangan pasar lain.

Saat ini Pemkot menyiapkan dua pasar lagi menjadi tujuan wisata, yakni Pasar Sentul dan Pasar Terban.

Kedua pasar disiapkan menjadi alternatif tujuan wisata baru, terutama di sektor kuliner.

Baca Juga: Pasar Beringharjo Diserbu Wisatawan di Libur Akhir Tahun, Belanja Batik dan Kuliner jadi Favorit

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, mengatakan kedua pasar tersebut diproyeksikan menjadi destinasi unggulan baru setelah menjalani revitalisasi fisik dan infrastruktur.

“Pasar yang diproyeksikan adalah Pasar Sentul dan Pasar Terban. Dinas Perdagangan bersiap untuk menyuguhkan alternatif destinasi unggulan bagi para wisatawan, terutama bagi pelaku wisata kuliner,” ujar Ambar.

Menurutnya, pasar rakyat memiliki peran yang semakin strategis di Kota Yogyakarta.

Selain menjadi tempat transaksi ekonomi masyarakat, pasar juga menjadi bagian dari wajah kota yang turut membentuk pengalaman wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta.

Kebersihan menjadi prioritas

Seiring dengan pengembangan pasar sebagai destinasi wisata, aspek kebersihan dan kenyamanan juga menjadi perhatian utama.

Ambar menjelaskan, secara umum kondisi kebersihan pasar rakyat di Kota Yogyakarta cukup terjaga, meskipun masing-masing pasar memiliki tantangan yang berbeda.

Pasar yang didominasi perdagangan bahan pangan basah, misalnya, memiliki tantangan pada pengelolaan sampah organik dan saluran drainase.

Sementara pasar yang menjadi tujuan wisata memerlukan perhatian lebih pada kebersihan area publik dan fasilitas umum.

“Karena itu, pendekatan pengelolaan kebersihan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasar,” jelasnya.

Baca Juga: Mencicipi Apem Beras di Pasar Ngasem, Kuliner Kaya Rasa yang Tetap Lestari

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa pasar yang telah menjadi tujuan wisata harus dirawat dengan baik agar tetap nyaman bagi pengunjung.

Saat mengikuti kerja bakti di Pasar Ngasem (23/6), Hasto meminta para pedagang menyediakan waktu khusus untuk membersihkan lingkungan pasar secara rutin.

Menurutnya, aktivitas perdagangan yang terus berlangsung tanpa disertai perhatian terhadap kebersihan lingkungan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari sampah hingga saluran drainase yang tersumbat.

“Kalau lingkungannya bersih dan apik, tentu pengunjung akan lebih nyaman. Pasar menjadi lebih menarik, dan pada akhirnya bisa berdampak baik bagi para pedagang,” ujarnya.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.