Sekolah Rakyat Libatkan 2.000 Taruna Akmil dan Akpol untuk Latih Kedisipilinan

Akurat.co,Jogja-Program Sekolah Rakyat akan melibatkan sekitar 2.000 taruna Akademi Militer dan Akademi Kepolisian untuk melatih disiplin siswa.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan, melalui program 'taruna bhakti' tersebut setiap sekolah nantinya akan didampingi lima taruna Akmil dan lima taruna Akpol.
Mereka berperan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan pembiasaan baik, seperti manajemen waktu, kebersihan diri dan lingkungan, hingga pengorganisasian barang pribadi.
"Kita harapkan siswa belajar hal-hal baik dari kedisiplinan para taruna. Ini adalah proses adaptasi agar siswa Sekolah Rakyat dapat menemukan potensi dan bakat terbaik mereka," ujarnya di Kulon Progo, Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo, AHY: Sekolah Gratis Semua Ditanggung Negara
Pelibatan taruna Akmil dan Akpol, kata dia, merupakan bagian pembentukan karakter pada masa matrikulasi selama tiga bulan sebagai pendamping Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Mensos mengatakan, hingga 2026, sebanyak 104 gedung permanen telah dibangun di berbagai daerah, melengkapi 166 sekolah rintisan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Pemerintah percepat pembangunan Sekolah Rakyat Kulon Progo
Dalam kesempatan sama, Saifullah mengatakan terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan sebagai upaya menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi kelompok masyarakat istimewa atau prasejahtera.
Salah satunya Sekolah Rakyat di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Saifullah Yusuf menjelaskan akselerasi pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektoral.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko menyambut baik dan bersyukur atas kepastian operasional Sekolah Rakyat di Kulon Progo pada tahun ajaran ini.
Baca Juga: Menteri PU Kunjungi 2 Sekolah Rakyat di DIY, Pastikan Fasilitas Terbaik untuk Peserta Didik
Rapat konsolidasi yang mengumpulkan calon kepala sekolah, guru, murid, beserta wali murid dinilai memberikan kejelasan masa depan pendidikan anak-anak di Kulon Progo.
Menanggapi arahan Mensos terkait pemenuhan fasilitas atau tenaga pendukung yang sekiranya masih kurang, Ambar menyatakan komitmen penuh jajaran pemerintah daerah untuk berkolaborasi.
Ia mengusulkan agar operasional teknis sekolah turut memberdayakan warga sekitar.
Menurut Ambar, pelibatan warga lokal sangat penting, karena mereka lebih memahami situasi dan kondisi wilayah setempat, sekaligus dapat memberikan dampak perputaran ekonomi yang positif bagi lingkungan sekitar sekolah sejak awal beroperasi.
Ambar menyebut, pemerintah daerah akan selalu berkolaborasi dan berkoordinasi terkait dengan kekurangan tersebut.
Termasuk mengusulkan untuk posisi security, office boy, dan segala macamnya.
"Kalau bisa mohon melibatkan masyarakat sekitar, khususnya di Kabupaten Kulon Progo," ungkap Ambar Purwoko dikutip dari Antara Jogja.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 7FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 8Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya





