Jogja

Kisah Ananto Kusworo, Awalnya Ditolak, Sedekah Sampah melalui Masjid Membawanya Raih Kalpataru

Tegar Wahyudi | 8 Juli 2026, 11:02 WIB
Kisah Ananto Kusworo, Awalnya Ditolak, Sedekah Sampah melalui Masjid Membawanya Raih Kalpataru
Ananto Kusworo, kepeduliannya terhadap sampah mengantarkan meraih penghargaan nasional. (foto: dok.UMY)

Akurat.co,Jogja-Penghargaan mungkin bukan tujuan utama Ananto Kusworo.

Tapi, sosok yang mendapat julukan Ustaz Sampah ini memang layak mendapatkannya.

Kepeduliannya atas persoalan sampah, membuat tekadnya kuat meski kerap mendapatkan penolakan dari lingkungan.

Baca Juga: Sosok Muhammad Rizky Perwira Zain, Raih Gelar Master UGM di Usia 22 Tahun

Ia pun meenerima penghargaan Kalpataru Nasional kategori Perintis Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Ananto membuktikan, sampah yang kerap dianggap tak bernilai menjadi sumber kebermanfaatan melalui Gerakan Sedekah Sampah yang diinisiasinya di Masjid Al-Muharram, Bantul.

Mendapat banyak penolakan di awal

Meski demikian, jalan meraih kesuksesan ini tak mudah. Berawal dari inisiasi pada 2013, upayanya kerap mendapatkan penolakan lingkungan.

Minimnya kepedulian terhadap permasalahan sampah, menjadi sumber utamanya.

“Sebelumnya memang banyak yang meragukan apa yang kami lakukan. Namun alhamdulillah, kami dapat memberikan bantuan dana untuk Palestina dan keperluan air bersih di Gunung Kidul," ujarnya dalam sebuah wawancara.

Konsistensi Ananto membuahkan hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia terus bergerilya membina masyarakat, mulai dari lingkungannya di Kampung Brajan hingga akhirnya memiliki binaan ratusan masjid dan komunitas di seluruh Indonesia bahkan luar negeri.

Melalui Gerakan Sedekah Sampah, ia tak hanya mengoptimalkan cara kelola sampah, namun juga menggerakkan roda ekonomi hingga meningkatkan kualitas hidup di masyarakat.

Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini menyebutkan bahwa tujuannya selama ini hanya untuk memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan.

Menurutnya, delapan puluh persen dari permasalahan sampah dapat diatasi dengan memberikan edukasi dan pemahaman yang baik bagi masyarakat.

Dampak dari pengelolaan sampah yang baik pun tidak hanya baik bagi lingkungan, bahkan juga bagi sirkulasi ekonomi dengan sampah yang masih memiliki nilai manfaat atau nilai jual.

Baca Juga: Suka Diabaikan Pendaki, Dokter UMY Berikan Tips Mudah Kenali Gejala Hipotermia

Ia mencontohkan, sampah organik masih dapat diolah dan dipergunakan sebagai pupuk, selain dimanfaatkan sebagai pakan maggot yang nantinya menjadi pakan bagi hewan ternak.

Sementara untuk sampah anorganik, melalui Gerakan Sedekah Sampah, dapat memiliki nilai jual yang dapat dikelola.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.