Jogja

Bupati Bantul Kesal, Warganya Masih Buang Sampah di Sungai sampai Drainase

Haris Ma'ani | 14 Juli 2026, 11:05 WIB
Bupati Bantul Kesal, Warganya Masih Buang Sampah di Sungai sampai Drainase
Salah satu potret pengelolaan sampah yang sudah bagus di Kabupaten Bantul. Warga memilah sampah untuk disetorkan ke Bank Sampah. (foto: pemkab bantul)

Akurat.co,Jogja-Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih merasa kesal warganya masih membuang sampah sembarangan.

Ia mendapati masih ada masyarakat Bantul yang membuang sampah di sungai, sawah, bahkan saluran drainase.

Padahal menurutnya, Pemkab sudah berusaha optimal mengelola sampah.

Baca Juga: Sampah Jalanan Kota Jogja Dijadikan Pupuk Organik

“Kita sudah mendatangkan banyak mesin. Pembangunan TPST, baik yang besar atau kecil, sudah ada di sejumlah wilayah. Tapi semua itu ternyata belum cukup," ungkapnya dikutip dari laman resmi Pemkab Bantul, Selasa (14/7/2026).

Apresiasi Kelurahan Ringinharjo

Secara khusus Abdul Halim mengapresiasi wilayah yang mampu mengelola sampah dengan baik.

Seperti yang dilakukan di Kelurahan Ringinharjo. Ia mengapresiasi betul bagaimana Kalurahan Ringinharjo bisa mengumpulkan warganya dan kompak perihal pilah sampah.

Bahkan sanggup mengolah sejumlah sampah plastik menjadi petasol, bahan bakar minyak setara solar.

“Saya menyaksikan sendiri kemarin. Ada truk SAR DIY, diisi petasol, dan bisa jalan,” tutur Halim.

Peneliti BRIN, Heru Susanto, mengungkapkan bahwa pilah sampah sanggup menekan biaya pengelolaan sampah sebanyak 63 persen.

“Satu ton sampah, untuk pengelolaannya itu membutuhkan biaya antara satu juta sampai satu setengah juta rupiah. Bisa ditekan 63 persen kalau sudah dipilah dengan baik," jelasnya.

Sementara itu, Lurah Ringinharjo, Sulistyo Atmaja, mengatakan saat ini tercatat telah ada 20 Bank Sampah dari 43 RT yang ada di Ringinharjo.

Pihaknya ingin keberadaan Bank Sampah ini menjadi program yang berkelanjutan, tidak jalan di tempat.

Baca Juga: Kisah Ananto Kusworo, Awalnya Ditolak, Sedekah Sampah melalui Masjid Membawanya Raih Kalpataru

“Karena ya kami ingin anak cucu melihat kami, mencontoh kebiasaan kami, bagaimana kami memilah sampah dan mengelola sampah semaksimal yang kami bisa,” tutur Sulistyo. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.