Manfaatkan Galon Bekas sebagai Media Tanam, Ibu di Kulon Progo Ukir Prestasi Tingkat Provinsi

Akurat.co,Jogja-Eti Martini, seorang ibu dari Kulon Progo, DIY, tak menyangka hobinya berkebun dengan memanfaatkan galon bekas membawa wilayahnya meraih prestasi level provinsi.
Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan Palihan tersebut sukses mengantarkan Dusun Kragon II, Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon, Kulon Progo, meraih predikat terbaik dalam Program Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas (Ketapangmas) tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Yang menarik, Eti dan kelompoknya mampu mengubah keterbatasan yang ada. Bahkan mereka memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam.
Baca Juga: Berburu Kuliner Jadul di Pasar Kulon Progo, Nama Makanannya Unik dan Murah
Tinggal di kawasan relokasi dengan lahan yang terbatas, Eti berhasil menggerakkan masyarakat memanfaatkan pekarangan sempit menggunakan media tanam dari barang bekas seperti galon dan botol plastik.
Eti menuturkan, keberhasilan program tersebut bukan diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang, pendampingan, serta konsistensi masyarakat dalam merawat tanaman setiap hari.
Dukungan berupa bibit, media tanam, hingga pendampingan dari perangkat daerah juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut.
"Program ini tidak bisa instan, butuh waktu dan proses yang panjang," terangnya.
Ia menyebut keterbatasan lahan di sini justru menantang mereka untuk kreatif memanfaatkan barang bekas seperti galon.
"Melalui Kelompok Wanita Tani, kami bergotong royong menanam bersama agar hasilnya dapat dirasakan seluruh warga," ungkap Eti.
Mendapat apresiasi dari GKBRAy Paku Alam X
Sukses ini mendapatkan apresiasi dari istri wakil gubernur DIY, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X atau lebih dikenal Gusti Putri.
Ia mengaku bangga melihat warga Kragon II tetap mampu memanen cabai, tomat, dan terong di tengah musim kemarau.
Menurutnya, hasil tersebut membuktikan bahwa keterbatasan alam bukanlah hambatan ketika masyarakat memiliki kemauan, semangat gotong royong, serta pendampingan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kulon Progo, Nuraini Mufida, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Baca Juga: PLN DIY Salurkan 50 Paket Perlengkapan Sekolah bagi Santri di Kulon Progo
Melalui program unggulan Aku Hatinya PKK (Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman), pihaknya terus mengajak kader PKK mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 6FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 7Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 89 Tahun KAMAJAYA Scholarship, Telah Salurkan Lebih dari Rp 5 M untuk Beasiswa Mahasiswa UAJY
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya





