Niat Ditebang, Pohon Berusia 150 Tahun di Perumahan Warga Jogja Dibiarkan Tetap Lestari

Akurat.co,Jogja-Warga Kelurahan Tegalpanggung, Danurejan, Kota Jogja awalnya resah dengan keberadaan Pohon Munggur yang diprediksi sudah 150 tahun.
Lurah Tegalpanggung, Ismail Husen menjelaskan warga sebelumnya sempat berencana iuran untuk menebang pohon tersebut.
"Sudah ada tukang tebang, tetapi kemudian mundur. Setelah itu warga berkoordinasi dengan berbagai pihak karena pohon ini berada di persil pribadi,” katanya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Senin (10/8).
Baca Juga: 350 Ekor Dambing dan Domba di Kota Jogja Dapat Layanan Kesehatan
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta akhirnya membantu warga karena kondisi pohon dinilai perlu segera ditangani untuk mengurangi risiko bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.
Menurut Ismail, penanganan akhirnya tidak dilakukan dengan menebang pohon hingga mati.
Bagian pohon yang dinilai berisiko akan dikurangi untuk mengurangi beban dan potensi bahaya, sedangkan perawatan atau pemangkasan berikutnya dapat dilakukan warga secara berkala.
“Tidak sampai dimatikan karena kalau dimatikan dikhawatirkan lapuk, membusuk, bahkan bisa ambres dan memengaruhi tanah di sekitar pohon. Jadi batang dan dahannya dikurangi, kemudian selanjutnya warga bisa melakukan pruning,” ujarnya.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menjelaskan pohon yang berada di lahan milik pribadi tersebut dinilai berpotensi membahayakan warga dan lingkungan sekitar.
Penanganannya dilakukan dengan memangkas dan mengurangi bagian batang serta dahan yang berisiko, tanpa menebang pohon hingga mati.
Hasto mengapresiasi kepedulian dan semangat gotong royong warga yang turut terlibat dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan mereka.
Menurutnya, kepedulian terhadap keselamatan warga lain merupakan bentuk nyata empati dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa kepedulian warga masyarakat, meskipun yang akan terancam itu warga lain, tetapi kita punya rasa empati. Ini luar biasa, saya terima kasih sekali,” ujar Hasto.
Baca Juga: Kembali ke Super Leauge, PSS Sleman Launching Jersey Baru
Ia menyebut gotong royong menjadi salah satu cara untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Hasto juga mengapresiasi peran warga masyarakat, pengurus RT, RW, kampung, kelurahan, relawan, Linmas, serta perangkat daerah yang bergerak bersama.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 7FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 8Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









