Jogja

Niat Ditebang, Pohon Berusia 150 Tahun di Perumahan Warga Jogja Dibiarkan Tetap Lestari

Haris Ma'ani | 10 Agustus 2026, 08:59 WIB
Niat Ditebang, Pohon Berusia 150 Tahun di Perumahan Warga Jogja Dibiarkan Tetap Lestari
Pohon Munggur yang dipercaya sudah berusia 150 tahun di sekitar perumahan warga Kota Jogja. (foto: dok.pemkot jogja)

Akurat.co,Jogja-Warga Kelurahan Tegalpanggung, Danurejan, Kota Jogja awalnya resah dengan keberadaan Pohon Munggur yang diprediksi sudah 150 tahun.

Lurah Tegalpanggung, Ismail Husen menjelaskan warga sebelumnya sempat berencana iuran untuk menebang pohon tersebut.

"Sudah ada tukang tebang, tetapi kemudian mundur. Setelah itu warga berkoordinasi dengan berbagai pihak karena pohon ini berada di persil pribadi,” katanya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Senin (10/8).

Baca Juga: 350 Ekor Dambing dan Domba di Kota Jogja Dapat Layanan Kesehatan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta akhirnya membantu warga karena kondisi pohon dinilai perlu segera ditangani untuk mengurangi risiko bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.

Menurut Ismail, penanganan akhirnya tidak dilakukan dengan menebang pohon hingga mati.

Bagian pohon yang dinilai berisiko akan dikurangi untuk mengurangi beban dan potensi bahaya, sedangkan perawatan atau pemangkasan berikutnya dapat dilakukan warga secara berkala.

“Tidak sampai dimatikan karena kalau dimatikan dikhawatirkan lapuk, membusuk, bahkan bisa ambres dan memengaruhi tanah di sekitar pohon. Jadi batang dan dahannya dikurangi, kemudian selanjutnya warga bisa melakukan pruning,” ujarnya.

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menjelaskan pohon yang berada di lahan milik pribadi tersebut dinilai berpotensi membahayakan warga dan lingkungan sekitar.

Penanganannya dilakukan dengan memangkas dan mengurangi bagian batang serta dahan yang berisiko, tanpa menebang pohon hingga mati.

Hasto mengapresiasi kepedulian dan semangat gotong royong warga yang turut terlibat dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan mereka.

Menurutnya, kepedulian terhadap keselamatan warga lain merupakan bentuk nyata empati dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa kepedulian warga masyarakat, meskipun yang akan terancam itu warga lain, tetapi kita punya rasa empati. Ini luar biasa, saya terima kasih sekali,” ujar Hasto.

Baca Juga: Kembali ke Super Leauge, PSS Sleman Launching Jersey Baru

Ia menyebut gotong royong menjadi salah satu cara untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Hasto juga mengapresiasi peran warga masyarakat, pengurus RT, RW, kampung, kelurahan, relawan, Linmas, serta perangkat daerah yang bergerak bersama.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.