Jogja

Kunjungi Desa Binaan, Imigrasi DIY Ingatkan Warga Tak Sembarangan Bekerja ke Luar Negeri

Haris Ma'ani | 11 Agustus 2026, 08:01 WIB
Kunjungi Desa Binaan, Imigrasi DIY Ingatkan Warga Tak Sembarangan Bekerja ke Luar Negeri
Potret ilustrasi calon pekerja luar negeri. Foto dibuat dengan bantuan AI. ((Istimewa)

Akurat.co,Jogja-Momen mengunjungi desa binaan menjadi sarana Imigrasi DIY melakukan sosialisasi, salah satunya informasi mengenai tindak perdagangan orang (TPPO).

Hal ini dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo di desa binaan imigrasi, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri pada Senin (10/8/2026).

Menurut Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo, Ady Ruswanto, melalui kegiatan desa binaan ini dirinya berharap masyarakat dapat memahami proses bekerja ke luar negeri yang benar, mengetahui hak dan kewajiban sebagai calon pekerja migran Indonesia, serta mengetahui ke mana harus mendapatkan informasi dan bantuan apabila menghadapi permasalahan.

Baca Juga: Simak Kisah Suster Ika, Alumni FH UAJY Ikut Selamatkan Korban TPPO di Maumere NTT

“Kami berharap tugas pembinaan desa dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh informasi dan berkonsultasi mengenai pekerja migran Indonesia,” terang Ady.

Lebih jauh Ady menjelaskan, pekerjaan di luar negeri dapat menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun juga masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar agar tidak mudah tergiur oleh tawaran pekerjaan yang tidak jelas dan dapat terhindar dari penipuan maupun penempatan secara non prosedural.

Selain menjadi ajang sosialisasi TPPO, kegiatan juga dibarengi pemberian 200 paket sembako kepada warga di Kalurahan Selopamioro, serta pelayanan paspor bagi warga Kalurahan Selopamioro.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjen Imigrasi DIY), Yuni Santi Nurani mengatakan Kalurahan Selopamioro ini merupakan salah satu wilayah strategis yang ditetapkan sebagai desa binaan imigrasi.

Baca Juga: Berhasil Pulang, Warga Kulon Progo Ungkap Kisah Horor jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja

"Melalui program ini, kami ingin membangun kesadaran hukum masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Semoga sinergi dan kolaborasi ini terus terjalin demi kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan warga Kalurahan Selopamioro,” pungkas Yuni.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.