Jogja

UGM dan Pemda DIY Jalankan Program Tandur Muda, Ajak Anak Muda Bertani

Haris Ma'ani | 28 Agustus 2026, 11:02 WIB
UGM dan Pemda DIY Jalankan Program Tandur Muda, Ajak Anak Muda Bertani
Rektor UGM, Ova Emilia saat bertemu Sri Sultan HB X membahas program Tandur Muda, Kamis (27/8).-foto: pemda diy

Akurat.co,Jogja- UGM dan Pemda DIY tengah menjalankan program yang dinamakan Tandur Muda.

Ini menjadi upaya perguruan tinggi dan pemerintah mengajak generasi muda bertani.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengharapkan regenerasi petani tidak berhenti pada upaya menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi di tingkat desa.

Baca Juga: Ramai Pagar Tinggi di Pusat Perbelanjaan, Ini Kata Sri Sultan

"Dengan demikian, desa dapat menjadi ruang tumbuh dan berkembang bagi generasi muda tanpa harus selalu meninggalkan desa untuk mencari pekerjaan di perkotaan," kata Sultan saat bertemu dengan Rektor UGM, Prof.Ova Emilia dan jajarannya, Kamis (27/8).

Menurut Prof. dr. Ova, program tersebut merupakan bentuk kerja sama nyata antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi yang nantinya juga melibatkan alumni, komunitas masyarakat, hingga korporasi.

Terkait waktu pengimplementasian program, dikatakan Prof. dr. Ova, pilot program telah dilakukan dan saat ini akan memasuki tahap pengembangan atau scale up.

Untuk mendukung pelaksanaan program secara lebih luas, pihaknya juga akan menyiapkan struktur organisasi yang diperlukan.

“Segera, kalau pilotnya ini sudah dilakukan. Jadi pilotnya sudah, ini tinggal scale up dan membuat semacam struktur organisasi,” ujarnya.

Dekan Fakultas Filsafat UGM, Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih mengungkapkan, gagasan program Gerakan Tandur Muda berangkat dari perhatian Sri Sultan terhadap perubahan pola pikir generasi muda terhadap sektor pertanian.

“Ngarsa Dalem menghendaki untuk bagaimana merubah mindset para pemuda-pemuda di Yogyakarta untuk mencintai kembali sektor pertanian,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia pun menyebut, UGM bersama Pemda DIY kemudian mendesain program ini.

Di mana Gerakan Tandur Muda berfokus pada regenerasi pertanian sekaligus revitalisasi semangat petani muda.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada menerangkan, Gerakan Tandur Muda dirancang dengan pendekatan pertanian holistik.

Berbagai aspek yang berkaitan dengan pertanian diperhitungkan sejak awal agar potensi kegagalan dapat diantisipasi dan program dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Tandur Muda ini sebenarnya berkonsep pertanian holistik. Jadi semua aspek di sini sudah diperhitungkan," ujarnya.

Baca Juga: Mahasiswa UGM Kembangkan Indikator Kesegaran Daging Ayam dari Bahan Sagu dan Ubi Ungu

Salah satu pengembangan program akan dilakukan di Gunungkidul. Dalam pelaksanaannya, petani muda nantinya akan mendapatkan dukungan pasar melalui keterlibatan offtaker dari Kagama sehingga memiliki kepastian untuk mengembangkan usaha pertaniannya.

“Mudah-mudahan ini nanti kita terus bergilir dan juga menular ke yang lain, sehingga regenerasi petani itu juga bisa berhasil," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.