UGM dan Pemda DIY Jalankan Program Tandur Muda, Ajak Anak Muda Bertani

Akurat.co,Jogja- UGM dan Pemda DIY tengah menjalankan program yang dinamakan Tandur Muda.
Ini menjadi upaya perguruan tinggi dan pemerintah mengajak generasi muda bertani.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengharapkan regenerasi petani tidak berhenti pada upaya menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi di tingkat desa.
Baca Juga: Ramai Pagar Tinggi di Pusat Perbelanjaan, Ini Kata Sri Sultan
"Dengan demikian, desa dapat menjadi ruang tumbuh dan berkembang bagi generasi muda tanpa harus selalu meninggalkan desa untuk mencari pekerjaan di perkotaan," kata Sultan saat bertemu dengan Rektor UGM, Prof.Ova Emilia dan jajarannya, Kamis (27/8).
Menurut Prof. dr. Ova, program tersebut merupakan bentuk kerja sama nyata antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi yang nantinya juga melibatkan alumni, komunitas masyarakat, hingga korporasi.
Terkait waktu pengimplementasian program, dikatakan Prof. dr. Ova, pilot program telah dilakukan dan saat ini akan memasuki tahap pengembangan atau scale up.
Untuk mendukung pelaksanaan program secara lebih luas, pihaknya juga akan menyiapkan struktur organisasi yang diperlukan.
“Segera, kalau pilotnya ini sudah dilakukan. Jadi pilotnya sudah, ini tinggal scale up dan membuat semacam struktur organisasi,” ujarnya.
Dekan Fakultas Filsafat UGM, Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih mengungkapkan, gagasan program Gerakan Tandur Muda berangkat dari perhatian Sri Sultan terhadap perubahan pola pikir generasi muda terhadap sektor pertanian.
“Ngarsa Dalem menghendaki untuk bagaimana merubah mindset para pemuda-pemuda di Yogyakarta untuk mencintai kembali sektor pertanian,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia pun menyebut, UGM bersama Pemda DIY kemudian mendesain program ini.
Di mana Gerakan Tandur Muda berfokus pada regenerasi pertanian sekaligus revitalisasi semangat petani muda.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada menerangkan, Gerakan Tandur Muda dirancang dengan pendekatan pertanian holistik.
Berbagai aspek yang berkaitan dengan pertanian diperhitungkan sejak awal agar potensi kegagalan dapat diantisipasi dan program dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Tandur Muda ini sebenarnya berkonsep pertanian holistik. Jadi semua aspek di sini sudah diperhitungkan," ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswa UGM Kembangkan Indikator Kesegaran Daging Ayam dari Bahan Sagu dan Ubi Ungu
Salah satu pengembangan program akan dilakukan di Gunungkidul. Dalam pelaksanaannya, petani muda nantinya akan mendapatkan dukungan pasar melalui keterlibatan offtaker dari Kagama sehingga memiliki kepastian untuk mengembangkan usaha pertaniannya.
“Mudah-mudahan ini nanti kita terus bergilir dan juga menular ke yang lain, sehingga regenerasi petani itu juga bisa berhasil," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









