Keterbatasan bukan Halangan, Keisya Pecatur Cilik Gunungkidul jadi Wakil DIY di Kejurnas

Akurat.co,Jogja-Keisya, tinggal jauh dari perkotaan. Pelajar SD N 1 Keteng, Gunungkidul, ini berasal dari Dusun Keteng, Ponjong.
Tapi, kendala dan keterbatasan geografis bukan menjadi penghalang meraih prestasi gemilang.
Ia baru saja menyabet medali emas dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) DIY dan kini bersiap mewakili provinsi menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Banten.
Baca Juga: Mengenal Olahraga Catur Gajah yang Kini Mulai Tren di Yogyakarta
Bakat Keisya tidak muncul begitu saja. Ibunda Keisya, Wahyuni, mengenang bagaimana Keisya kecil mulai tertarik pada papan hitam-putih itu sejak kelas 1 SD melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Menariknya, keikutsertaan Keisya adalah murni keinginan mandiri, tanpa paksaan orang tua.
“Awalnya saya memetakan anak-anak, dan Keisya ini terlihat memiliki kemampuan di atas rata-rata teman seusianya,” ujar Wahyuni.
Namun, perjalanan itu tak selalu mulus. Keisya sempat ingin berhenti saat kelas satu.
Beruntung, pelatihnya, Isrori melihat potensi besar dalam diri anak ini dan meyakinkannya untuk terus melanjutkan.
Hasilnya, saat menginjak kelas dua, semangatnya kembali berkobar hingga akhirnya ia mampu menembus level provinsi.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memberikan apresiasi tinggi bagi putri daerah yang disebutnya hidup “adoh ratu cerak watu” (jauh dari pusat pemerintahan namun dekat dengan alam), namun memiliki cita-cita setinggi langit menjadi seorang dokter.
“Keisya adalah turbo kekuatan bagi daerah kita. Kami memohon doa seluruh warga Gunungkidul agar Keisya bisa mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” ungkap bupati dikutip dari laman resmi pemkab Gunungkidul, Selasa (8/9).
Untuk menjamin masa depan atlet-atlet seperti Keisya, pemerintah daerah melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) bersama KONI mulai melakukan pemetaan prestasi.
Baca Juga: Dampak Erupsi Anak Krakatau, Bandara YIA Siap Beroperasi 24 Jam
Kurniawan Fahmi, Ketua Pengkab Percasi Gunungkidul, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan roadmap khusus untuk pendampingan psikologis dan teknis agar mental juara Keisya tetap terjaga selama bertanding di Banten.
Dari papan catur di Ponjong, Keisya kini siap melangkah lebih jauh, membawa harapan besar bagi masa depan catur Gunungkidul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam







