Jogja

Potret Warga Gunungkidul Antre Bantuan Air Bersih

Tegar Wahyudi | 9 September 2026, 17:29 WIB
Potret Warga Gunungkidul Antre Bantuan Air Bersih
Warga Dusun Pundak, Kelurahan Tepus, Gunungkidul saat antrre banruan air bersih, Senin (7/9)-foto: instagram/humasjogja

Akurat.co,Jogja- Warga Dusun Pundak, Kelurahan Tepus, Kecamatan Tepus, Gunungkidul rela mengantre demi mendapatkan bantuan air bersih.

Senin (7/9), Pemda DIY menggandeng Keraton Yogyakarta dan Polda DIY kembali menyalurkan air bersih untuk warga Gunungkidul.

Baca Juga: 37 Tangki Air Bersih Diturunkan Atasi Kekeringan di Rongkop Gunungkidul

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMK Dukcapil), KPH Yudanegara mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan atas arahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Kekeringan melanda Gunungkidul saat ini. -foto: instagram/humasjogja

Sri Sultan juga mengharapkan Pemda DIY bisa selalu bersinergi dengan Polda DIY untuk memberikan bantuan air bersih, khususnya di wilayah Gunungkidul.

KPH Yudanegara menambahkan, dengan adanya program penyaluran air bersih ini diharapkan bisa mengatasi masalah air bersih di DIY.

Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak agar masalah kesulitan akses air bersih bisa teratasi.
Warga pun rela antrre demi mendapatkan air bersih. -foto: instagram/humasjogja

“Semoga program ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, dan juga kita berdoa sama-sama semoga kekeringan di Indonesia bisa cepat terkendali,” ucap KPH Yudanegara dikutip dari laman resmi Pemda DIY.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Agustinus Ruruh Haryata menyampaikan, BPBD DIY telah menetapkan status siaga darurat kekeringan di level provinsi terhadap semua wilayah kabupaten di DIY.

Perjuangan seorang bapak memikul galon yang berisi air bersih dari tempat penyaluran bantuan ke rumahnya. -foto: instagram/humasjogja

Ia juga menilai program penyaluran air bersih dan water treatment ini bisa membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah yang membutuhkan.

Baca Juga: Pakar UGM Ungkap Kekeringan Dapat Berlangsung hingga Awal 2027

“Berdasarkan rapat koordinasi yang sudah kami lakukan dengan BPBD Kabupaten, kami siap untuk melakukan droping air bersih sampai dengan akhir September 2026 nanti.

Semoga hal ini bisa membantu para warga yang kesehariannya sulit mendapat air bersih,” tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.